Talk About Sex, Talk About Trouble
Senin kemarin, kantor kami ngadain acara YMYM off air. Talk show dengan tema "Let’s Talk About Sex". Walah…. acaranya rame… Narasumbernya Kak Hanny Layantara, Kak Agnes Maria, Kak Pur Nugraha, juga Adon Base
Jam.
That’s not our first time to make an off air like that. Tapi, aku ngerasa banget, off air kali ini adalah off air yang cukup berat. Masalahnya banyak banget. Trus, Jemmy — adek cowokku bilang gene, "Kita kudu banyak doa.
Ada
pihak-pihak yang gak seneng kalo kita ngomongin kebenaran tentang sex."
Aku tau, siapa pihak yang dia maksud, yaitu Mang Iib ama kroni-kroninya. Aku paham banget bahwa selama ini Mang Iib berusaha menekankan konsep seks bebas dalam pola pikir masyarakat kita, khususnya buat anak muda. Tentu saja ini jadi keprihatinan kita yang memahami pola pikir Tuhan tentang seks. Jelas aja dia kebakaran jenggot (BTW, Mang Iib punya jenggot apa gak sih?). Statement ini jelas dan buat aku tetap bersemangat untuk nerusin pekerjaan ini.
Dan, masalahnya emang banyak banget. Well, talk about sex serasa jadi talk about trouble. Teman-teman panitia sempat dipecah belah.
Ada
masalah dengan bintang tamu. Sponsor kurang. Publikasi agak tersendat. Sampe H-1, target masih setengah dari yang diharapkan. Tapi aku dan kawan-kawan gak nyerah. The show must go on. Gak ada kata mundur meski halangan gak sedikit juga. And, I know God will cover us. Acara berjalan dengan baik, meski aku sempat sport jantung. Bahkan keesokan harinya, aku sempat dikerjain dengan SMS misterius. But, I don’t care. I will keep walking with God. Aku dan temen-temen nyadar kalo kita gak boleh mandeg dan aku gak akan pernah mandeg. Whatever He wants me to do, I will do it. Never give upppppppppppppp…..
Guardian Angel
I believe that God always send His guardian angel for us.
And He has done to me yesterday.
Sebuah SMS misterius diterima ama boss-ku. Intinya, si pengirim SMS mengisyaratkan bahwa aku dianggap melanggar perintah boss-ku. Kalo mau ditarik lebih panjang, ada orang yang sepertinya mau mencelakakan atau gak suka dengan aku. Apa alasannya? Aku juga gak tau. Setauku, aku orang yang manis, baik, tulus, kreatif, positif dan segala macem "tif" laennya lah…hehehe…
Baca SMS itu, aku sempet panas dan aku bilang, "Cepet atau lambat, aku pasti bisa menemukan orang ini. Lait aja nanti."
Dalam kegamangan, aku cerita ama seseorang di kantorku. Mulanya dia diem aja. Gak komentar apa pun. Dia hanya minta aku untuk telepon dia. "Nanti, ya," katanya.
Pulang dari kantor, aku gak langsung pulang. Aku mampir ke gereja karena adikku kudu take voice untuk acara Paskah. Di gereja, aku telepon dia.
Di telepon, dia cerita bahwa satu minggu yang lalu, dia sedang jengkel pada orang lain dan itu terbawa dalam hatinya. Dia gak ngerasa damai sejahtera sehingga dia berdoa dan minta pada Tuhan untuk memberikan kasih dalam hatinya.
Ketika itu, ia diingatkan akan sebuah ayat yang berbunyi, ‘Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain‘. Dia pun minta ampun pada Tuhan dan melepaskan pengampunan untuk orang itu. Dia bilang, "Pas aku denger cerita Cc, koq kayaknya sama dengan apa yang aku alami. Makanya, aku pikir, aku perlu bagi sama Cc."
Aku tanya, "Nurut kamu, apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Ya, aku cuma menyarankan, sebaiknya Cc tidak perlu cari tahu siapa orangnya. Gak usah pake kekuatan Cc sendiri. Andalkan saja Tuhan. Cc perlu ingat, bahwa yang jadi musuh kita bukan darah dan daging, tetapi penguasa di udara. Dia (maksudnya, Iblis) gak suka dengan apa yang Cc sudah kerjakan untuk Kerajaan Surga. Makanya, dia berusaha untuk hancurkan Cc. Iblis gak bakal ganggu orang yang gak berbahay buat kerajaannya. Tetapi, karena apa yang Cc lakukan dianggap berbahaya, makanya Cc dikerjain. Kalau Cc terjebak dengan permainannya, maka dia akan menang. Cc harus tetep kuat."
Jujur aja, aku bingung. Emosiku mengatakan bahwa aku pasti bisa menemukan orang itu. Tapi, seperti kata Vlorin, "Kalau sudah ketemu, mau diapakan?" Ya, emang gak diapa-apakan. Aku kan bukan tukang pukul, meski aku juga bisa mukul huehehehe….
Tapi, nuraniku yang paling dalam membenarkan apa yang dikatakan oleh Keren — anak yang usianya lebih muda daripada aku. Dia udah jadi malaikat penjaga ketika jiwaku mulai berontak. Aku sadar banget, kalo aku diem aja, artinya itu bukan Fanny yang sebenarnya. Tetapi kalo aku gak diem dan berserah total ama Tuhan, maka itu artinya aku tidak mempersilakan Tuhan menjadi penguasa tunggal dalam hidupku. Aku jadi ingat sharing Verie tentang penguasa tunggal. Dan, aku gak mau ketinggalan pelajaran ini. Yesus adalah Penguasa Tunggal dalam hidupku. Toh, hidupku bukannya aku lagi, melainkan Yesus yang tinggal di dalam aku.
Aku tahu, itu bukan hal yang mudah untuk aku. Tapi, aku belajar untuk menyerahkan masalah ini pada Tuhan. Aku gak akan cari tau siapa orang yang kirim SMS itu. Aku juga gak akan cari tau kenapa orang itu melakukannya. Aku percaya keadilan Tuhan tak akan lari kemana-mana. Kebenaran pasti akan muncul bagaikan fajar di rembang hari.
Aku hanya minta kekuatan dari Tuhan untuk ngejalanin hidupku selanjutnya. Bukan hal yang mudah, cause that’s not me. But I really thanks to Jesus because He sent me Keren as my guardian angel, last night. Dan, aku percaya setiap kita pasti punya malaikat pelindung yang akan diberikan Tuhan ketika kita mulai lemah dan perlu penopang.