funky_manna


Balada Cinta Mimpi Sempurna
July 28, 2006, 4:27 am
Filed under: Reflection

Kehadiran Tuhan Yesus dalam perjamuan kawin di Kana merupakan bukti bahwa Yesus amat menghargai lembaga perkawinan sebagai lembaga bentukan Tuhan Allah yang pertama dan sakral. Dan, yang lebih penting lagi, Yesus menghargai perasaan cinta yang terpaut dalam hidup dua anak manusia yang saat itu duduk berdampingan bahagia di pelaminan. Mengapa? Karena Yesus adalah Sang Cinta. Ia tidak sekadar memiliki cinta dalam diri-Nya, melainkan Ia adalah Sang Cinta itu sendiri. Dan Ia selalu memiliki kerinduan untuk menularkan cinta itu pada setiap orang, pada sekeliling-Nya, pada manusia yang dikasihi-Nya.

Karena itu, saat perjamuan kawin di Kana – tatkala Ia melihat ada permasalahan – yang dapat mempermalukan kedua mempelai dan keluarga besar mereka, maka Yesus pun turun tangan. Ia tak rela sebuah ikatan cinta dilanda masalah.

Dalam Kitab Suci dicatat, mulanya Yesus menolak untuk berbuat sesuatu dalam resepsi itu. Alasan yang dikemukakan oleh Sang Anak Manusia adalah belum tiba waktunya bagi Dia untuk melakukan sesuatu. Belum waktunya??? Lalu, kapan??? Padahal, saat itu sudah sangat mendesak. Jika saat itu belum waktunya, maka tak akan ada tambahan anggur dalam pesta itu. Tanpa anggur, apalah artinya pesta? Tanpa anggur, tak akan ada keramaian, sukacita dan tawa yang membahana. Hanya saja — seolah tak memperhatikan perkataan Yesus — Maria, sang ibu, bergeming. Ia malah memerintahkan para pegawai untuk mengisi semua buyung dan tempayan dengan air. Astaga!!! Tak pahamkah Maria dengan perkataan Yesus? Tidakkah ia mengerti kata-kata Yesus. Waktunya belum tiba, Bu. Tidak akan ada mukjizat, Bu. Tidak akan ada tambahan anggur dari Yesus. Bukankah seharusnya Maria tahu bahwa Yesus sedang hadir dalam jamuan kawin itu dan bukannya menjadi pedagang anggur yang mencari keuntungan di saat sulit itu? Bukankah Maria seharusnya memahami bahwa Yesus sedang bersantai dan ingin bergembira menikmati perjamuan makan itu dengan tenang? Bukannya Yesus harus ikut resah dan gelisah. Tamu koq dibuat bingung dengan habisnya anggur. Kalau anggur habis, ya Yesus bisa pulang saja, kan? Memang di rumah-Nya tidak ada anggur? Tapi sekali lagi kita melihat Maria seolah tak peduli dengan apa yang diujarkan oleh Yesus, Anaknya itu.

Melihat ketetapan hati sang ibu serta kepercayaan dari pemimpin pesta dan para pelayannya, maka Yesus mulai bergerak. Hanya saja perlu dicatat, Tuhan Yesus bukan melakukan hal ini sebagai ‘jongos’-nya. Tak ada kata ‘terpaksa’ saat Yesus membuat mukjizat pertama-Nya. Tak ada juga ‘show force’ untuk menyatakan keagungan-Nya. Semua terjadi… semua dilakukan… semua disepakati… karena rasa cinta. Yesus sangat mengasihi sanak saudaranya. Keberadaan Yesus telah dipahami sebagai sebuah makna bahwa Ia hadir untuk setiap orang hingga terbebas dari rasa takut, khawatir dan bimbang. Ia hadir untuk memberikan kemenangan, ketenangan dan pengharapan. Di dalam cinta, masih ada mimpi yang sempurna…



Dunia Roller Coaster
July 27, 2006, 8:42 pm
Filed under: Reflection

Awal tahun ini bukuku yang berjudul Roller Coaster Dunia Youth terbit. Judul itu dikasih ama Kak Xavier (senior, kakak sekaligus bapakku hehehe). Buat aku sih asyik-asyik aja. Cover buku digarap ama Niko. Thanks banget buat kerja kerasnya. Tapi, aku gak nyangka aja kalo sampe medio taon ini aku udah ngalamin banyak hal. Hidupku naik turun kayak naik roller coaster. Ada kalanya di atas dan aku menjerit kegirangan. Kadangkala turun ke bawah dan aku mengerang ketakutan. Mungkin taon ini bakal jadi taon roller coaster buatku. Maybe…. Satu hal yang aku tahu pasti, entah aku menjerit kegirangan, entah aku mengerang ketakutan, Tuhan Yesus tetap setia dan selalu mendampingiku. Jadi inget ayat yang dikasih Fanny chilik ke aku… "sampai masa tuamu Aku tetap menggendong kamu"… Praise the Lord… :)