funky_manna


Second Wine
August 31, 2006, 7:34 am
Filed under: Uncategorized

Ngebayangin bakal ada seseorang yang mengisi hari-hari di sepanjang hidup kita adalah hal yang amat membahagiakan.

Ngebayangin bakal ada seseorang yang bisa menjadi tempat kita berbagi (berbagi kesenangan, juga segala kejutekan heheheh…) juga merupakan hal yang dapat membuat kita tersenyum

Ngebayangin ada seseorang yang sangat mencintai kita dan juga kita cintai merupakan sebuah kebutuhan jiwa yang mendalam… Hmmmm… indahnya….

Tapi semua bayangan itu bisa saja sirna sesaat karena ada beberapa faktor yang mungkin sama sekali gak kebayang dalam benak kita ketika relasi dan komunikasi dengan ’seseorang’ itu terjadi. Dan kemudian yang gak bisa terelakkan lagi adalah semua bayangan itu kudu dikubur jauh-jauh.. entah dikubur dalam jurang samudera atau dimasukkan hingga melesak ke dalam perut bumi.

Lupakan semua angan yang lalu. Jangan biarkan itu mengganggu kehidupan karena kita membutuhkan waktu untuk membangun angan yang baru… Jangan biarkan itu terus meluap bagai lumpur Lapindo sehingga menghalangi pertumbuhan angan yang baru…

Let the second wine will come in our life. Just wish the best and God will do the rest.



That’s The Way It Is
August 30, 2006, 6:07 am
Filed under: Music

Celine Dion… pffff… i love u…. hehehehe….

Belakangan ini aku emang gandrung ama lagunya Mbak Celi (panggilang sayangku ke Celine Dion…huehehehehe)… yang judulna That’s The Way It Is…

Mau tau napa?

di liriknya dibilang:

Don’t give up on your faith

love come to those who believe it

that’s the way it is….

Cinta tuh emang bisa nongol tanpa kita ketahui. Yang penting, jangan pernah menyerah untuk menemukan cinta. Tetap percaya kalau cinta itu akan datang buat kita… hmmm…. :)

Nah ya… jadi gak perlu frustasi dunkz… tetap semangat!!! Itu katanya ayah angkatku (Pdt. Daniel Alexander sambil nepuk2 pundakku). Itu juga katanya fanny adek kecil lewat sms. Katanya: kk harus tetap semangat supaya bisa memberi semangat pada yang lain…

Well, thanks buat kalian semua yang udah jadi pijar dalam hidupku. Biar pijarnya kecil namun memberikan terang untuk still keep in faith. Be strong…. coz’ love comes to those who believe it… that’s the way it is…



Feeling the Hurt
August 24, 2006, 7:01 am
Filed under: Uncategorized

Yakin dech… gak seorang pun yang rela merasakan ’sakit’. entah itu sakit di badan, sakit di kepala, ataupun sakit di hati.

Tapi, yakin juga dech… rasa sakit itu gak terelakkan lagi. tiap orang pasti pernah ngerasa apa itu sakit.

banyak orang memilih lari dari rasa sakit itu.

ada yang memilih untuk tetap tinggal dalam rasa sakit itu.

ada juga yang memilih untuk marah dan mengacaukan dirinya sendiri.

tapi ada juga yang memilih untuk menikmati rasa sakit itu sampai rasa sakit itu tidak terasa lagi.

Aku memilih menikmati rasa sakit itu sampai tidak terasa sakit lagi.

suatu saat jika rasa sakit itu berkelebat bagai bayangan, aku tidak akan lagi merasakan sakitnya… tetapi memahami keindahannya.



Siapin Penghapusnya
August 15, 2006, 3:04 am
Filed under: Reflection

Aku pernah nanya ama Tuhan, kenapa sih Tuhan gak nurunin papan pengumuman dari sorga dan ngasih tau apa saja rencana-Nya dalam hidupku. Jadi, aku gak perlu pusing menentukan apa yang harus aku lakukan besok gitu lho. Tapi, tentu saja itu gak mungkin. Kalo semua orang punya papan pengumuman masing-masing betapa repotnya malaikat di sorga mondar mandir bawa papan pengumuman itu. Belon lagi kalo aku (atau orang lain) gak seneng dengan rencana dalam papan pengumuman itu, masak malaikat disuruh sedia penghapus untuk mengubah semua rencana Tuhan?

Karena itu aku bersyukur waktu aku dapat satu card dari Dd Vlo yang bunyinya: Write your plans in pencil but give God the eraser. Ada banyak hal yang kurencanakan dalam hidupku, dan aku ingin semua berhasil. Tentu saja gak mungkin kan? Aku ini manusia ciptaan. Semua yang ada dalam hidupku udah ada blue print-nya. Yang buat blue print itu ya Tuhan. Tentu saja gak semua rencana Tuhan dapat kita pahami.

Yeah… begini dech… aku ini dosen. Aku punya SAP (satuan acara perkuliahan) untuk mahasiswaku sehingga mereka bisa paham semua rencana aktivitas belajar mengajar baik itu di dalam ruang kelas, maupun di lapangan. Tapi, ada beberapa hal yang gak mungkin aku beritahukan kepada mereka. Misalnya kapan aku ajak mereka untuk review test atau yang lainnya. Aku tidak bermaksud jahat pada mereka. Aku hanya ingin mereka tetap belajar dan siap sewaktu-waktu jika aku melontarkan pertanyaan pada mereka.

Ada rencana Tuhan yang disembunyikan dariku. Bukan karena jahat, melainkan ada sesuatu yang dipersiapkan sebagai sebuah kejutan. Karenanya, aku tetap menulis program dan rencana bagi hidupku. Tapi aku membiarkan Tuhan memegang penghapusnya agar rencanaku tidak mengganggu rencana-Nya.



Hidup Itu Menyenangkan (atau Membingungkan???)
August 15, 2006, 2:57 am
Filed under: Reflection

Aku pernah cerita kan belakangan ini aku ngerasa hidupku berada pada masa ujian? Wah, soalnya sulit hehehe… Apalagi jawabannya. Aku ngerasa gak beda jauh ama mahasiswaku yang kebanyakan suntuk kalo pas ngerjain soal-soal ujian huehehehe… kena batunya ya bu dosen…

Beberapa hari terakhir aku merasa hidupku semakin complicated. Perkara apa? Wah…. Banyak dech… makanya kubilang complicated. Aku ingin menjalaninya sebagai sebuah kehidupan yang dinamis, penuh romantika dan menggairahkan. Tapi, aku gak bisa memungkiri apa yang kurasakan sekarang justru adalah sebaliknya. Aku merasa hidup ini jadi membingungkan (???)

Minggu sore, aku sms ama Dd Vlo, Nonon dan Cha2. Aku ambil kesimpulan gini: ada yang harus berubah dari hidupku, aku harus tetep kuat menjalani kehidupanku dan … aku rasa aku harus mulai menikmati kebingunganku…. Huehehehe… Wow… aku udah bisa menertawakan keresahanku. Bagus dech…. JJJ



Kalo Aku Kecewa
August 11, 2006, 2:39 am
Filed under: Reflection

Hmmmmm….
ada kalanya… saat aku ngerasa sendiri dan gak bisa ngapa-ngapain lagi
aku pingin bisa kecewa pada-Mu

Ada kalanya, saat asaku untuk mentoq di tepian jalan
aku ingin memilih untuk kecewa pada-Mu

ketika semua teman kayaknya gak lagi bersahabat
segala sesuatu keliatan kacau
hidup dipenuhi dengan huru hara
wow… aku pingin banget kecewa pada-Mu

Aku pingin teriak…
aku pingin marah…
aku ingin mengungkapkan semua kekesalanku
semua kekecewaanku
semua kedukaanku
karena aku berpikir aku punya alasan untuk kecewa
kalaupun aku kecewa pada-Mu…
orang lain bisa menyadari bahwa aku berhak kecewa pada-Mu

tapi, aneh…
aku tidak dapat kecewa pada-Mu
aku gak mungkin kecewa sama Kamu
mengapa???
Aku sudah berhitung…
dan kudapati bahwa aku lebih sering mengecewakan-Mu
aku lebih sering mendukakan hati-Mu
Aku juga sudah berhitung …
dan mendapati berkat, cinta, sayang yang Kauberikan padaku
jauh lebih besar daripada rasa penat dalam batinku
Aku pun telah menghitung…
betapa Engkau tak pernah menghitung besar cinta-Mu
meski berkali-kali aku mengkhianati-Mu

Jadi, pantaskah bila aku kecewa pada-Mu?
Sekali lagi aku menemukan cinta-Mu jauh melebihi kekecewanku pada-Mu

(*** There is none like U, Lord Jesus….)



Unperfect Life
August 10, 2006, 7:45 am
Filed under: Reflection

Kehidupan emang gak selalu sempurna dan kalo boleh lebih jujur, gak ada yang kehidupan yang sempurna. Selalu ada saja yang seolah ‘tidak beres’ dalam hidup kita.

Mungkin orang lain dapat memandang bahwa kita adalah pribadi yang sempurna dan sukses. Tapi, apakah yang dilihat orang lain itu adalah sebuah proses kesempurnaan yang kita rasakan?

Saya belajar dari ketidaksempurnaan hidup saya. Sesungguhnya Tuhan menciptakan kita dengan segala kelebihan dan kekurangan. Artinya, kita memang tidak sempurna. Mengapa? Agar kita senantiasa bergantung pada-Nya.

Apakah Tuhan jahat sehingga Ia tidak membuat kita menjadi sempurna?

Bukan itu alasannya. Jika kita sempurna, maka Tuhan sama saja dengan menciptakan sebuah keangkuhan lain di muka bumi ini. Padahal Tuhan sudah cukup muak dengan keangkuhan Lucifer, yang merasa dirinya sempurna hingga ingin menyamai Tuhan.

Kehidupan emang tidak sempurna karena Tuhan ingin ada orang lain yang berada di samping kita dan menyatakan segala kelemahan kita dalam kelemahlembutan sehingga kelemahan kita dapat ditutupi dengan kelebihannya.

Hidup manusia memang tidak perlu sempurna. Karena kita masih membutuhkan Tuhan. Kita juga masih membutuhkan sesama kita.

Have you got the unperfect life? It’s ok… It’s not a big deal…. Tuhan akan menyempurnakan hidup kita bersama dengan kasih-Nya… dan dengan orang lain di sisi kita.

TIME Net, 10 Agustus 2006



Thanx God
August 7, 2006, 10:19 pm
Filed under: Reflection

Dear God

I think that I forgot to say thanks to You this morning.

And now, I want to say thanks for all You have done for me…

For my life… (i still wait for my future with exciteing)

For my job… (i still need it for my wallet hehehe)

For my parents… (i love u, dad n mom)

For my sister … (i really proud of you to bring my brother-in-law and Sasha — the lovely one — came to our family)

For my brother … (wow… the talented one…)

For my new sister …. (actually, i always care of you.. it never change)

For my friends… (thx for love, care, attention and many things…)

For my students…. (thx for being my friends…)

Thx God…. You have gave me a great thing in my life.

I love you Lord, more and more….



Balada Imut Berkeranjang
August 5, 2006, 7:06 am
Filed under: Religion

Sepanjang hidup-Nya, Yesus yang adalah Tuhan dan juru selamat selalu mengajarkan kasih. Bukan kasih yang hanya dibicarakan dengan berapi-api, bukan juga kasih yang sekadar diberikan definisi indah, juga bukan kasih yang hanya dipahami oleh romantisme yang semu dan terbatas oleh waktu. Yesus yang adalah Tuhan selalu menunjukkan cinta – menunjukkan kasih dengan segenap hidup-Nya. Seluruh ayunan langkah-Nya, gerak gerik tingkah-Nya, tutur kata dan susunan bahasa-Nya, semua tak lepas dari kata ‘cinta’.

Dalam mengartikan kasih atau cinta, Yesus tak pernah menunjukkan sikap tak adil atau pilih kasih. Ia membagikan kasih-Nya secara adil dan merata kepada setiap orang. Sebaliknya, semua orang juga merasakan cinta-Nya tanpa merasa tersaingi satu dengan yang lainnya. Hal ini benar-benar ditunjukkan-Nya dalam sebuah kisah abadi, yakni tatkala lebih dari 5 ribu orang datang menghampiri-Nya, duduk diam mendengarkan seluruh perkataan-Nya. Perhatikan dengan baik, apa yang terjadi kemudian?

Tuhan Yesus amat memedulikan kesehatan setiap jiwa. Karenanya, saat Ia tahu bahwa orang-orang itu telah mengikuti dan mendengarkan ajaran-Nya tanpa memasukkan makanan apa pun ke dalam perut mereka, Yesus menjadi sangat prihatin. Benarkah? Atau, Yesus takut jika orang-orang itu terkena sakit maag dan Ia harus mendoakan ribuan orang? Apakah Yesus malas atau enggan berdoa untuk orang-orang itu jika mereka sakit? Tentu saja itu pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Yesus tidak pernah memikirkan itu. Yesus hanya tidak ingin orang-orang itu kenyang secara rohani, namun lapar secara jasmani.

Para

murid memiliki sebuah kesadaran bahwa orang-orang yang mengikuti Yesus itu pun punya batas rasa lapar. Tapi, mereka enggan bergerak. Bagi mereka, karena panitia tidak menyediakan konsumsi, jadi lapar atau kenyang ditanggung sendiri, ya…

Memperhatikan hal itu, Tuhan Yesus jadi paham. Ia tidak ingin mempersulit murid-murid-Nya.

Tapi

Ia

juga tidak ingin membuat orang-orang merasa tidak dipedulikan. Dengan menyuruh orang-orang itu pergi mencari makan, maka itu tak beda dengan kata-kata: Kalau kamu lapar, makan dulu. Jangan sampai masuk angin ya.” Karena itu, Yesus justru menyuruh murid-murid-Nya mencari makanan untuk orang-orang itu. Tapi, mereka sendiri enggan pergi,

kan

? Yesus dengan lugas menunjuk murid-murid-Nya untuk menjadi panitia sie konsumsi. Nyatanya, mereka tidak bergerak. Mereka tidak pergi meninggalkan kerumunan untuk mencari makanan. Mereka malah menyodorkan property milik seorang anak kecil yang berwajah lugu. “

Ada

lima

roti.

Ada

dua ikan,” ujar mereka. Astaga!!!

Para

murid Yesus sedang belajar tentang kasih dari Sang Kasih itu sendiri. Tetapi, mereka belum berhasil menancapkan ujaran ‘kasih’ tersebut dalam sukma dan raga mereka. Daripada capek berjalan, lebih baik bila bisa menemukan makanan di sekeliling mereka. Puji Tuhan lha kok menemukan makanan milik anak kecil.

Keberadaan anak kecil ini sebenarnya juga merupakan sebuah kondisi yang tidak lazim. Untuk apa dia ada di

sana

? Apakah dia benar-benar mendengarkan ajaran Yesus? Atau, ia hanya datang untuk menemani orang tuanya? Atau, dia sedang iseng melewati kerumunan orang-orang dan berhenti karena tertarik dengan keramaian itu? Bayangkan, ada

lima

ribu laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak. Tentu saja situasi tersebut sangatlah menarik perhatian siapa pun. Termasuk anak kecil itu. Ajaran Tuhan Yesus tentang kasih memang mencengangkan banyak orang. Banyak pola pikir yang diputarbalikkan saat Yesus mengajarkan tentang kekuatan kasih. Kekuatan di balik kelemahan. Dan, anak kecil itu — meski ia duduk (mungkin juga ia berdiri) jauh dari jarak pandang Yesus – toh mulai menyerapi makna kasih itu dalam sanubarinya.

Dan, dengan tulus, untuk membuktikan bahwa ia memahami ajaran Yesus tentang cinta, si imut berkeranjang ini pun tak ragu menyerahkan apa yang menjadi miliknya. Ia memberikan seluruh miliknya – segala sesuatu yang ada padanya. Ia hanya memiliki 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Mungkin saja itu bekalnya. Mungkin juga itu bekal milik keluarganya. Bisa jadi dia baru membelinya di pasar untuk dimakan bersama seluruh anggota keluarganya. Atau yang lainnya. Kita memang tidak tahu pasti untuk apa anak kecil itu membawa 5 ketul roti dan 2 ekor ikan di keranjangnya. Yang pasti, ia tak segan menyerahkan makanan itu pada Yesus untuk diberkati sehingga dapat memberkati 5 ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak hingga mereka semua dapat makan kenyang. Hingga mereka semua melihat masih ada sisa 12 keranjang.

Ada

mukjizat dalam cinta yang memberi.

Dan ia melihat — juga orang-orang yang lain melihat — bagaimana mukjizat terjadi di tengah-tengah mereka. Semua terjadi karena ada kekuatan di balik kelembutan cinta. Ia tak hanya mempelajari pengertian tentang cinta. Ia telah mempraktikkan pemahaman cinta. Cinta yang selalu memberi. Cinta yang selalu berbagi. Mukjizat nyata tatkala ada cinta yang dibagi.



PEKAN (d/h PKT)
August 5, 2006, 6:35 am
Filed under: Travel

kemarin ketemu Mas Yatiman… senangnya…. :):):) Senang sekali. Sangat senang. Senang luar biasa.

Seminggu yang lalu, aku sudah mikir kalo aku pingin ke Nongkojajar dalam waktu dekat ini. Aku pingin ‘dolan’ ke PKT (Pondok Karya Tengger) yang sekarang namanya ganti jadi PEKAN (Pelayanan Kasih Anak …. gak tau N-nya apa… hehehe).

Sekitar 12 atau 14 taon yang lalu, pas aku masih mahasiswa, aku punya waktu untuk bagi ilmu jurnalistik ke anak-anak yang sekolah Alkitab di Nongkojajar. Namanya ya PKT itu. Meski perjalanan cukup berat, tapi aku lebih banyak ngerasa enjoy daripada ngerasa suntuk. Di sana ‘adem’. Aku sering nginep sama temen-temen, model si Alex, Rina, Lilis, Indra, Lusi, Novi (alm)…. sapa lagi ya….  Papa mamaku aja sampe kerasan di sana. Apalagi kalo makanan yang disediakan itu sayur hangat, lalapan dan sambal. Ditambah kerupuk plus nasi hangat… yummy….. slurupppp…. enak bo….

Perjalanan ke PKT memang cukup melelahkan tetapi sangat menyenangkan. Dari kostku di Bratang aku kudu naik bus Damri ke terminal Bungurasih. Ambil bus jurusan Malang, aku berhenti di Purwosari. Di situ aku pindah naik colt dan berhenti di pasar Purwodadi, trus aku ganti colt lagi ke pasar Nongkojajar. Di sana, aku naik ojek ke sekolah itu. Kira-kira abis 10 ribu. Pulang pergi kurang lebih trayek dan ongkosnya sama… hehehe…

Di sekolah itu, ada petak yang ditanami berbagai sayur dan buah. Aku paling senang kalo pas mereka lagi panen. Aku pernah ikut panen lobak dan kentang. Daun lobak jadi santapan lezat buat kelinci peliharaan mereka.Wah, aku jadi kangen dengan suasana itu.

Dingin, sepi, santai, ada banyak hal yang bisa kurenungkan di sana.

kemarin, Mas Yatiman nawarin: Ayo ke sana lagi. Ngajar getu lho…

hehehehe…. ngajar apa gak, yang penting aku kangen sama Mas yatiman dan keluarganya, aku kangen sama suasananya, aku kangen sama nasi hangat dan sayurnya… hehehe…

Aku pasti ke sana koq Mas… Tunggu saja, ya…. Akan kubuat heboh sekolah minimu itu….