funky_manna


Being Better
September 19, 2007, 5:26 pm
Filed under: Just wanna write

kemarin sore ‘anak itu’ telepon.

Dia bilang, dalam tiga hari ini jualannya laku. Sehari dia bisa dapat untung 20 ribu. Pfffff…. aku lega banget dengar itu.

Dia minta pendapatku untuk membeli gerobak milik tetangganya. Kubilang, "Sabar dulu, ya. Ini kan baru jalan 3 hari. Kita lihat nanti." Tanpa protes, dia ok and say thanks… Dia bilang, "Sekarang aku gak stres lagi. Aku udah bisa tersenyum."

Phew…. aku jadi ingat…beberapa bulan lagu, aku juga sulit senyum dan mungkin juga aku stres… tetapi semuanya berubah. Segala sesuatunya menjadi lebih baik. Everythin’ gonna be better.

Satu hal yang aku tahu… ketika segala hal tampak menjadi kelam dan gelap, Tuhan gak pernah tinggalkan aku… Everythin’ gonna be better with Jesus beside me…

Thanks God. Thank you for whatever You have done in my life… and now, I want to say thanks for whatever You have done in her life…



Sekarat dan Berkat
September 18, 2007, 5:04 am
Filed under: Uncategorized

sabtu kemarin konser Beautiful Worship berakhir dengan senyum lega, wajah pucat lelah, dan pergelangan kaki yang sakit karena hampir tidak duduk selama lebih 10 jam. Pffffff….  Capenya memang bukan main. Seperti sekarat rasanya… hmmmm, apa udah tau rasanya sekarat? ya, mungkin rasa sakit itulah yang membuat aku sekarat hehehehe

lewat dari pukul 10 malam, aku sampe rumah. membersihkan badan sekenanya karena sore hanya sempat mandi 3 X 4 alias cuci muka saja. ganti pakaian dan bersiap untuk memejamkan mata… menaikkan syukur karena penyertaan Tuhan yang begitu dahsyat selama persiapan hingga akhir acara tadi.

Malam terus merayapi hari…. Mata sudah nyaris terpejam ditelan hangatnya kelam. Wow…. aku terlonjak ketika ha pe ku berdering cukup keras. Hmmmm… siapa gerangan yang telepon malam begini. Aku lihat nomor yang tertera di layar LCD ha pe. Nomor lokal. Aku gak tau. Tapi, ya diangkat aja lah… Daripada teriak-teriak merusak nyanyian jengkerik malam itu.

Sebuah suara wanita di ujung sana. "Kak Fanny…."
Nah, aku tidak kenal suara ini. Singkatnya, dia tahu nomorku setelah baca brosur konser Beautiful Worship. Katanya, dia tadi juga datang saat konser. Dan dia sedang menghadapi masalah. "Saya perlu ketemu Kak Fanny malam ini."

Dalam hati, aku berteriak, "Wadow…." Tapi aku tahan suaraku. Yang keluar justru ini, "Saya bukan gak mau ketemu kamu. Tapi, kaki saya sakit luar biasa. Jadi, saya perlu istirahat. Jika ada yang mau kamu ceritakan, cerita saja. Saya akan dengarkan."

"Saya telepon dari wartel, kak. Kalau cerita di telepon, saya tidka punya cukup uang untuk bayar wartel."

Jujur… aku agak kesal. Tapi saya tahan lagi. "Gini saja, kamu cerita apa yang kamu perlu dan mungkin bisa saya bantu."

Katanya, "Saya tidak boleh pulang ke kost karena saya belum bayar uang kost. Saya telepon kakak karena saya tidak tahu harus bicara dengan siapa lagi."

Wadow….. dalam hati, aku bersyukur gak marah pada dia. Aku hanya bilang, "Malam ini kamu pulang. Bilang pada ibu kostmu besok kamu akan bayar uang kost. Besok pagi, hubungi saya lagi, ya." Dia say thanks dan minta maaf karena udah ganggu aku.

Aku merem dan dalam sekejap kegelapan menyelimuti lelapku.

Pukul 6.30 pagi. Aku terbangun dengar dering telepon. Nomornya lagi-lagi tidak aku kenal. Kusapa, "Halo…."

Suara yang sama dengan semalam menyapaku. "Kak Fanny… maaf, masih tidur ya…"

Haduhhhhhhhhhhh…. dia lagi…. berbincang sejenak, aku putuskan untuk ketemu dia siang itu. Sebelumnya aku sempat minta nomor rekeningnya. tapi dia gak punya. ya udah, ketemu aja….

Siang itu, aku sedang menyantap tiga scoop ice cream untuk melepaskan sekarat semalam hehehehe…. sebuah suara terdengar di ujung bahuku, "Kak Fanny…."

Noleh dong…. Kulihat seorang perempuan muda dengan dandanan biasa memandangku. Aku tersenyum sekilas dan mengajaknya menjauh untuk duduk di tempat lain.

Aku tanyakan keadaannya. Ia cerita bahwa ia bekerja sebagai buruh cuci. Ia sudah coba cari kerja tetapi semua membutuhkan ijazah yang cukup tinggi sedangkan ia hanya lulus SMP. Dalam hati, aku melihat jauh ke depan…. Aku dapat berkat…

kami berbincang kira-kira 10 menit. Aku yakin ice cream ku sudah mencair. Tapi aku tak peduli. Aku baru peduli ketika manajer Feby Febiola berteriak agar aku bersiap untuk mengantar kru dari jakarta ke airport…

Aku bilang padanya. "Bagi saya, kamu adalah berkat. Saya ingin kita jumpa lagi dalam keadaan yang berbeda. Kamu kudu tata hidupmu dan masa depanmu. Masalah akan terus dan tetap ada. Semua bisa hancur dan berantakan. Tapi jika kita pegang Yesus sebagai satu-satunya sandaran kita, maka semua akan jadi jauh lebih indah."

Dia menangis. Mohon diri. Dalam hati kudoakan agar dia selamat.

Semalam aku emang sekarat kelelahan.
Semalam dia juga sekarat butuh tempat bernaung.
Siang ini aku dapat berkat. Dia pun dapat berkat.
Tuhan, Engkau memang dahsyat… dalam keadaan yang paling berat, Engkau selalu ada untuk jadi penyelamat….

Praise Jesus….



Di Claket…
September 11, 2007, 4:43 am
Filed under: Travel

Sabtu kemarin aku ke Pacet. Ada pelayanan di retreat mahasiswa baru STIKOM. Setelah sekian lama, ini untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tempat yang sejuk. Duh, kacian ya aku… :)

Kami berangkat berlima. Tiga anak STIKOM — yang dua udah alumni sih — seorang driver dan diriku sendiri, tentunya. Perjalanan menuju Pacet begitu menyenangkan sampai kami harus terhenti di tengah macetnya kendaraan di perbatasan Sidoarjo-Porong karena luapan lumpur lapindo.

Dalam hati aku nanya, "Kok lewat sini?" Tapi aku percaya pada driver yang tampak berpengalaman itu. Aku pikir ia akan punya jalan pintas.

Selepas kemacetan yang luar biasa itu, kami melintas Pandaan. Aku nanya. Kali ini gak nanya dalam hati. Aku nanya pada sang driver, "Pak, ini nanti lewat mana?"

Dengan lugas, driver berkata, "Ke arah Malang toh?"

Aku spontan bilang, "Lho, bukannya Pacet di Mojokerto…"

Driver itu tersentak. Untung dia gak pake nginjak rem segala. "Lho, yang di Mojokerto toh? Kok gak bilang? Saya tuh mikir Claket yang di Malang…"

Ah, aku udah gak tau di Malang mana ada Claket. Yang aku tahu pasti, kami salah jalan. Wadow….. Aku pelayanan jam 7.30 malam. Saat itu udah hampir jam setengah 7. Nah lo….. keburu gak ya? Herannya, aku santai banget dengan keadaan itu. Aku hanya diam saja. Tiga cowok di belakangku — aku duduk dekat driver — mulai tampak panik… ups, really????

Yach.. mungkin karena aku udah dewasa dan bisa nguasai diri (weks… narsisnya gak bisa ilang kenapa ya?), aku bilang ama driver-nya. "Pak, tenang aja. Kita pasti bisa nyampe pada waktunya."

Akhirnya kami lewat Trawas. Setelah hampir satu jam dan pake acara bertanya kian kemari, kita nyampe juga tuh… Praise God.

Di Pacet — penginapan Claket Indah — uihhhh, sejuk banget. Gak terlalu dingin sih. Tapi aku memutuskan untuk gak ngelepas jaketku lantaran aku masih-batuk-batuk dengan hebat kalo kena angin or kedinginan (aku udah batuk-batuk ampir sebulan ini… kenapa? aku juga gak tau tuh…)

I just wishing that I can please His name. That’s why I pray in my heart, "Tuhan, aku beri yang terbaik untuk-Mu. Aku gak mau batuk-batuk selama pelayanan nanti, ya…"

Once again… praise God… Tanpa acara batuk-batuk, aku menyelesaikan tugas pelayanan itu. Aku langsung pamit pulang karena aku emang gak niat nginep. Tapi, sampe di luar ruang, aku ngerasa kesejukan udara merayapi tubuhku dan merambati akal pikirku. "Wah, kayaknya nyenengin juga kalo nginep. Tapi aku gak bawa anduk, baju ganti, sabun, sikat gigi, dna pasta. Yach.. pulang aja lah."

Masuk ke mobil yang membawaku kembali ke hiruk pikuknya Surabaya membuat aku agak ngiri dengan mereka yang punya waktu untuk tetirah bersama Tuhan dalam kesejukan di alam pegunungan. Yeah… akan ada saatnya nanti…. kapan? ya, nanti lah…



With all of my heart
September 11, 2007, 1:50 am
Filed under: Just wanna write

I just wanna try to make you no cry…

But sometimes I fail and make you feel disappointed…

In the deep of my heart I really want to make you proud of me…

just like me always proud of you…

But, I don’t know how…

with all of my heart, I wanna please your heart…

And someday, I want to listen that you say, "I’m proud of you…"

Day by day after this day… I know more that I can please your heart without I know what do you want me to do…

So, the only one that I will do is…

I need to stay in your heart, knowing you better than now…

and…

with all of my heart, I’ll try to make you no cry…

Cita Hati, September 11th, 2007



Bertemu Sahabat Lama…
September 6, 2007, 8:54 pm
Filed under: Just wanna write

Kemarin malam aku ketemu dengan 3 sahabatku di masa kuliah: Mba’ Wiwuk, Mba’ Dewi dan Mba’ Rika…

senang? tentu saja… kami sudah lama tidak jumpa… update data terbaru terus susul menyusul dalam iringan derai tawa yang berbaur dengan kenangan di masa silam…

saat kami bercengkrama, seorang mahasiswaku - Stephanie Berlin — berkirim SMS dan nanya aku ada dimana. Kujawab, aku sedang jumpa kawan lama. Balasan SMS berikut adalah: keren banget. Bu Fanny sesibuk ini masih punya waktu untuk ketemu dengan teman lama. Thanks ya Bu… Bu Fanny tuh dosen yang sangat menginspirasi aku lhow…

Hehehe…. urusan ketemu teman lama aja bisa menginspirasi seorang mahasiswa ya… Wah, Tuhan itu memang kalo berperkara selalu luar biasa. Dia bisa pake hal-hal kecil untuk membuat hidup seseorang terus bergairah…

Dalam pemahamanku sendiri, seorang sahabat adalah harta karun. Ada kalanya, ia terpendam jauh di dasar lautan, namun namanya selalu ada di dalam hati…
Ada kalanya seorang sahabat tak dapat direngkuh dalam pelukan, namun perhatian dan ketulusan dapat mengiringi setiap langkah perjalanan…

Mba’ Wuk, Mba’ Dewi dan Mba’ Rika adalah orang-orang yang mengisi waktu-waktuku semasa kuliah… Tentu saja mereka adalah harta karun bagiku… dulu, sekarang dan sampai nanti… frenz foreverrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….



Goin’ to the Next Level
September 2, 2007, 3:19 am
Filed under: Uncategorized

Beberapa mahasiswaku wisuda… Aku ikut senang dan bangga… Bukan karena aku merasa ikut membesarkan mereka… sama sekali tidak… tetapi karena aku melihat bahwa satu tahap perjuangan dalam hidup seorang manusia telah terlewati. Dan, perjuangan di tahap berikutnya sedang menanti …

Karena itu saat mereka wisuda, aku hanya bilang: Well done. You have finished this level. Congratulation for today. And welcome to the next level. Be brave, keep in faith, let Jesus lead upon you. Start the new journey. Are you ready???

Sebagai seseorang yang udah melewati masa jadi mahasiswa belasan tahun lalu, aku ingin menyambut mereka masuk pada level yang lebih tinggi. Level yang akan membuat setiap manusia — termasuk aku — memahami kehidupan sebagai perjalanan penuh cinta meski ada kalanya kudu diiringi dengan derai air mata.

Menuju ke tingkat yang lebih tinggi dalam hidup kita akan mengantarkan kita pada sebuah sikap. Dan harusnya pilihan sikap itu adalah menempatkan Yesus sebagai Pimpinan perjalanan (tour leader). Masuk ke tempat yang lebih tinggi akan memberikan banyak kesenangan pada kita meski tak banyak kemudahan.

Jadi, selamat datang ke tingkat yang lebih tinggi…