Januari Ini….
Hari ini hari terakhir Januari 2008
beberapa catatan penting untuk diingat di bulan ini.
1. Aku ngajar di Pelangi Kristus. Ngajar anak SD. Hmmmm, Tuhan mau apa lagi ya? Padahal aku ngerasa kalo aku paling gak telaten ama anak-anak kecil.
2. Bu Inda telepon… tentang buku…
3. Bukuku sendiri belon kelar… huhuhuhuhu…..
4. Pak Harto wafat. Pemberitaan media terlalu besar-besaran (nurut ukuranku sih). Alasannya kenapa? Hmmmm…. rahasia… hehehehe
5. prepare sebaik mungkin untuk bulan kedua di tahun ini
Ngelus Dada (lagi)
January 25, 2008, 8:07 pm
Filed under:
Music
IBA lantaran cucunya dua hari tidak minum susu, Eti
Suparti terpaksa mencuri susu bubuk di Alfamart di Jalan Otista III,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Tapi, ulah Eti ketahuan
petugas keamanan, sehingga ia kini mendekam di sel dan cucunya, Andini
Betari, tak minum susu.
Ditemui di Mapolsektro Jatinegara, Kamis
(24/1), ibu empat anak itu mengakui perbuatannya tersebut. "Saya
berniat mau beli, tapi duitnya kurang. Akhirnya saya dikejar petugas
toko dan dibawa ke kantor polisi," ujarnya.
Dia menambahkan,
"Saya mengambil susu bubuk buat cucu saya. Kasihan sudah dua hari cuma
dikasih minum air putih." Warga Tanjunglengkong RT 17/07 Bidaracina,
Jatinegara, ini mencuri pada Rabu (23/1).
Kehidupan
keluarga Eti dan anak-anaknya termasuk keluarga kurang mampu. Suami
Eti, Sutarmo yang sudah memasuki usia tua, bekerja di bengkel sepeda.
Rumah kontrakan yang ditempati berukuran 5 m x 10 m terdiri atas kamar
depan, kamar tidur, dan dapur plus kamar mandi.
Selain Eti dan
suaminya, di rumah kontrakan itu juga tinggal Dini (18), ibu kandung
Andini yang anak ketiga Eti;Joko (anak pertama Eti), dan adik perempuan
paling bontot. Putri kedua Eti sudah menikah dan tidak tinggal di rumah
itu.
Dini dan Joko kaget begitu mendengar ibunya tersandung
masalah kriminal. Menurut Dini, Rabu siang lalu, ibunya pamit akan
pergi ke pasar untuk belanja sayuran. Tapi, sampai malam tidak kunjung
pulang. "Kami sempat khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu pada ibu
kami," ucap Dini.
Dia membenarkan bahwa anaknya memang sudah dua
hari ini tidak diberi susu. "Habis saya nggak punya uang. Suami saya
tidak ada di rumah karena masih mendekam di penjara Bulakkapal, Bekasi.
Sekarang saya mau minta uang sama bibi untuk beli susu bubuk buat
Andini," ujarnya sambil menggendong putrinya yang memiliki berat badan
6 kg.
Eti datang ke Alfamart lalu menyembunyikan susu bubuk merek SGM
350 gram seharga Rp 19.175 di balik dasternya.
Di kantor polisi
Eti mengatakan dia menyesal sekali telah melakukan perbuatan itu. "Saya
lakukan ini supaya cucu saya bisa minum susu,"isaknya.
======================================================================
Ya Allah…
saya jadi makin resah…
hidup ini kok jadi kian susah…
lenyap sudah sikap pongah
yang ngerasa diri udah siap berbenah
padahal masih banyak saudara yang lemah…
tapi di sisi lain kota, perangai hedonisme dan konsumerisme tak lagi terbendung…
baca berita ini, saya cuma bisa ngelus dada
saya gak tahu kudu bagaimana…
………….
………….
…………
ya cuma bisa ngelus dada…
Ngelus Dada
Ngeliatin jalanan yang dipenuhi dengan poster, brosur atau stiker yang ditempel tanpa aturan buat saya (sedikit) ngelus dada.
Kota jadi keliatan kotor, semrawut, seolah dipenuhi dengan jerawat yang asyiknempeldi wajah indah. Gak tembok, gak pohon, gak tiang listrik, pinggir jembatan sampai bak sampah, jadi korban ‘pengotoran’ ini. Lihat aja, mulai dari iklan ngasih jasa les, jual peralatan sampai jasa bersih WC, semua tumplek blek di edaran kota.
Memang gak bisa disalahkan bila hal itu terjadi mengingat sarana untuk pasang iklan di media juga gak murah untuk ukuran pemasang iklan jasa yang pendapatannya juga gak seberapa itu. Tapi ini juga gak bisa jadi pembenaran bagi pengusaha kecil itu untuk memasang pengumuman jasa mereka hingga jadi jerawat atau noda hitam di wajah kota, kan?
Mungkin ada baiknya sejarah acta diurna diulang lagi. Di beberapa bagian kota atau kecamatan dipasang satu papan pengumuman yang emang bisa ditempeli segala macam stiker, poster atau brosur berkaitan dengan kegiatan atau informasi jasa dan sebagainya. Wajah kota mulai facial treatment. Kalo bersih dan indah, kita juga yang senang, kan?
Dan… saya gak perlu (lagi) ngelus dada..
Kaca mata Pecah….
Penglihatan terbatas memang cukup menyulitkan….
karena itu aku dibantu dengan kaca mata sejak kelas 1 SMP
aku gak bisa lepas dari kaca mata karena tanpa kaca mata, aku seperti tidak sempurna…
pagi ini aku ke warnet.
entah bagaimana, kaca sebelah kanan itu terlepas dari gagangnya
meluncur ke lantai
memberikan pesona benturan dan dentingan yang indah… PYAR….
HMMMM…
manis banget ya….
jadilah aku sekarang tanpa kaca mata…
mungkin saja aku tidak terlalu sempurna…
tapi bisa jadi aku tampak kian cantik…. huehehehehehe….
Oh… aku tidak bermaksud narsis…
aku hanya ingin mencoba untuk tidak menangis
tapi aku hanya ingin optimis…
bahwa tanpa kaca mata pun aku tetap manis… (wakakakaka… masih aja narsis)…
maksudku, tanpa kaca mata aku masih bisa tetap kritis…
mungkin penglihatanku jadi agak kabur
gak berarti mata hatiku jadi luntur
ngeliat kehidupan yang kian ancur
surabaya,23 januari 2008…
Stay ….
Taon 2008 ini emang ada banyak hal yang istimewa meski baru kulewati tiga minggu (21 hari). Aku nemu banyak kenalan baru… aku ketemu teman lama dengan segudang problema… aku dapat ‘berkat’ anak-anak lucu di satu sekolah lagi… hmmmm… senangnya…
Ya.. ya… ya…
Aku cuma bilang ama diriku sendiri:
FANNY, taon ini…
STAY COOL….
STAY CALM…
STAY CONFIDENT…. and
STAY… CUTE…. wakakakaka….
(aku yakin banyak yang gak setuju dengan statement keempat ini… tapi aku gak peduli… ‘coz I am still stay confident… hehehehehe)
Life is About Love
Meski aku tak dapat memahaminya
tapi aku dapat merasakan kehadiranku di dunia
tercipta karena CINTA
Meski aku tak dapat mengingatnya
tapi aku dapat merasakan kehadiranku di dunia
disambut dengan CINTA
Sapa, sentuh, senyum, harap dan mimpi
semua dibangun dan dilandasi CINTA
Membuatku menjadi pribadi yang dipenuhi rasa CINTA,
untuk berbagi CINTA pun mendamba CINTA
CINTA yang tak hanya dipenuhi dengan desir erotis
tak hanya dipahami sebagai sentuhan fisik bermakna hasrat berahi
lebih daripada itu….
CINTA yang ada merupakan hasrat yang telah diberikan TUHAN
Kupahami cinta selalu bicara tentang sesuatu yang universal
sesuatu yang menyeluruh
sesuatu yang menelisik ke setiap relung kehidupan
Kupahami cinta harus selalu ada dalam hidup
Agar manusia tak lagi menjadi ‘kain-kain’ di abad postmodernisme
agar manusia tak lagi menjadi ‘habil-habil’ di masa pasca budaya primitif
Andai saja kita memahami CINTA sebagai dasar kehidupan
seperti yang disabdakan oleh Yesus Kristus:
"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwa dan akal budimu
Kasihilah sesamamu manusia sama seperti engkau mengasihi dirimu sendiri"
Life is about love…
God is love…
If we believe in God…. we still in love…
Ketika Perjalanan Berakhir…
Dia adalah kakak papaku. Usia mereka hanya terpaut 1 tahun. Tapi papaku masih gagah dan ganteng (maaf gak terima protes dalam bentuk apa pun hehehe). Sedangkan Oom ku — sejak beberapa tahun ini — sudah tidak lagi menampilkan kegagahannya di masa lalu. Tubuhnya terus makin lemah dimakan penyakit kencing manis, tekanan darah tinggi dan entah apa lagi…
Di rumah sakit, aku berdoa untuknya. Air mata menetes di pipinya. Dia tampak terluka dan berduka. Mungkin aku tahu apa alasannya. Mungkin juga aku gak tau. Yang pasti, matanya tak lagi bercahaya. Hanya nama Yesus yang disebut di bibirnya.
Sekali lagi aku datang. Kali ini dia sudah di ruang ICU. Untuk kedua kalinya aku masuk ruang ICU (yang pertama kulakukan September 2006). Kubisikkan pengharapan dan kasih Tuhan di telinganya. Aku percaya masih ada harapan di sana.
Dua hari kemudian aku mendengar, Oom sudah sadar. Pujian syukur dalam hatiku bergema. Tapi entah mengapa, aku siap menghadapi keadaan yang sebenarnya.
Tgl 1 Januari 2008, aku jumpa dengan Oomku yang lain di rumahnya. Dia adalah kakak papa yang nomor 3. Dia satu-satunya yang belum menerima Yesus sebagai juru selamat pribadinya. Tapi siang itu, dia minta aku berdoa untuknya. Sekali lagi, kulihat air bening mengalir pelan dari sudut mata hingga melelehi pipinya. Selesai berdoa, aku sigap membuang muka dari wajahnya agar tak terimbas situasi itu. Aku pun sempatkan berdoa untuk Oomku di rumah sakit dan sepupuku yang masih juga belum pulih setelah menerima transfusi sumsum tulang belakang di singapore.
Tgl 2 Januari 2008, seorang pahlawan kembali berpulang.
Pukul 04.30 wiB, telepon rumah berdering… Oom di rumah sakit kembali masuk ICU.
Papa dan mamaku bersiap pergi.
Pukul 04.40 WIB, telepon kembali berdering… Tuhan sudah memanggilnya pulang… Aku hanya berharap, Oom benar-benar sudah siap dan mengakhirinya perjalanannya dengan senyum dan kasih yang tak hilang kepada Tuhan…
Tgl 5 Januari 2008, jenazahnya diperabukan setelah melalu pelbagai pertimbangan…
Aku punya kenangan istimewa dengan Oomku ini.
Dia adalah orang pertama dalam keluarga besarku yang menerima Yesus Kristus sebagai juru selamat. Dari Dialah, aku mengenal Yesus. Aku berhutang ‘nyawa’ pada Oomku ini. Jika dia gak pernah membawaku ke gereja… Jika dia gak pernah mengajak aku ikut persekutuan di rumahnya… Jika dia gak pernah berdoa untukku, apakah aku akan bertahan sampai sekarang???
Tuhan Yesus… kemarin aku gak sempat say thanks ama Oomku…
Apa bisa aku nitip pesan sampaikan padanya… thanks karena udah ngenalin aku ke Tuhan???
New Year’s Eve
Suka tak suka, mau tak mau, siap gak siap, tanggal 31 Desember 2007 toh harus juga terlewati. BIar ilusionis kesohor macam David Cooperfield pun gak bakal bisa menghentikan jarum jam yang terus berdetak dan menghentak setiap langkah kehidupan.
Menjelang detik-detik pergantian tahun itu, aku (seperti biasa) ambil waktu untuk menyendiri dan merefleksi diri sendiri. Well, meski aku biasa melakukan hal ini dari tahun ke tahun, gak berarti aku menjadikannya sebagai rutinitas semu. Banyak peristiwa yang terjadi (baik dalam hidupku secara pribadi) maupun yang dialami oleh khalayak membuka mataku semakin lebar atas arti sebuah keberadaan manusia di muka bumi.
Semakin dalam aku memahami, bahwa hidup ini tak hanya sekadar acara numpang lewat untuk makan dan minum saja. hidup yang sesungguhnya ternyata adalah berbagi. ini gak bicara tentang materi tetapi lebih pada hati…
Tahun ini aku kembali terima janji yang luar biasa.
Aku masih ingat 30 Nopember 2007, saat aku hadir di ibadah Pst. Kong Hee dari Singapore. Dia menantang jemaat yang hadir untuk menuliskan 3 mimpi dan berdoa khusus untuk 1 mimpi yang disiapkan tahun mendatang. Aku gak ketinggalan. Aku tuliskan 3 hal itu dan 1 hal menjadi bagian doaku… :):):)
Tahun ini, menjadi pe er ku adalah keluarga.. khususnya keluarga besarku….
2007 adalah tahun semangat bagiku…
2008 adalah tahun perjuangan sekaligus kemuliaan bagiku…
No crown without cross…
Happy New Year…