I’ll Never Forget You
Hari Selasa lalu, aku nonton film Forbidden Kingdom dengan D2 Vlo dan Jeje (udah nonton??? hehehe…) Menurut aku, film ini menghibur. Teknik pengambilan gambar maupun tata rias juga OK. Asyik lah dibuat tontonan. Tapi yang buat aku nulis ini karena aku ‘dapat’ satu kalimat yang indah dalam film tersebut.
Saat sang penemu tongkat harus kembali ke dunianya, itu berarti dia harus berpisah dengan pendekar mabuk — yang telah menemani perjalanannya dan juga yang telah jadi gurunya. Katanya, "I’ll never forget you." Sang pendekar mabok bilang: "Itulah inti persahabatan."
Sanubariku pun berbisik, "Itulah inti persahabatan. Gak selal tampak di depan mata. Tak selalu dapat direngkuh dalam pelukan. Tak selalu bisa berbagi pundak untuk menumpahkan air mata. Tapi ketika kita bisa selalu mengingat seorang teman, itulah persahabatan."
Aku tak pernah mengizinkan pikiran untuk berpisah dengan seorang teman hadir dalam benakku. Toh, kenyataan berbicara lain. Tak semua sahabat dapat kupandang dengan mata jasmaniku. Dan, aku mengiyakan ketika seorang sahabat hanya dapat kupandang dengan mata batinku. Aku tidak pernah melupakan sahabatku. Dalam pikiran. Dalam doaku…
untuk seorang sahabat yang hanya dapat kupandang dalam batinku. dan aku akan tetap jadi bintangmu agar dapat terus memandangmu dari jauh.. menjagaimu dengan doaku… I’ll never forget you…
Raga Tanpa Rasa
Bandara Juanda, 16 April 2008, Pk. 05.50 WIB
belakangan ini, rasaku sering berkecamuk dalam raga
lelah mengelola rasa itu
penat mengelola rasa itu
beberapa kali aku berpikir untuk segera mengenyahkan rasa ini dari dalam raga.
apa itu akan menyelesaikan segalanya?
apa itu akan mengusir kelelahan dan kepenatan?
apa akan lebih menyenangkan bila raga tak lagi punya rasa?
sebentar….
berikan aku waktu untuk memikirkannya
jika perlu, tahankan jarum detik itu untukku
sehingga aku punya lebih banyak waktu untuk berpikir
mengenyahkan rasa dari raga
sehingga ragaku tak lagi memiliki rasa
ayolah… jangan terlalu cepat bergerak…
beri aku kesempatan berpikir lagi
ah, mengapa waktu terus berlalu?
padahal aku masih berupaya keras untuk mengelola dan mengolah rasa itu
yang terpenting… keinginan untuk mengenyahkan rasa itu
hmmmm…. waktu terus bergulir
kesempatanku tak banyak lagi
rasa amarah mulai membuncah.. menyentuh benak dan dadaku
jantungku berdenyut keras memberikan irama tak beraturan
ooopppsss… ada marah?
dan aku tersenyum sendiri
rasa geli ganti menjamah benak
menyatu dengan amarah hingga murka itu moksa
Ah, aku tahu…
tak ‘kan pernah bisa aku menghalau rasa ini dari ragaku
rasa akan selalu ada dalam raga
tak pernah ada raga yang sempurna tanpa rasa
kelelahan dan kepenatan mengelola rasa memang harus ada supaya raga menjadi sempurna
rasa dalam raga memang harus ada….
agar raga tak jadi hampa…
Nunggu… Oh, Menyiksa…
Bandara Juanda, 26 April 2008, pk. 05.40 WIB
Pfff… Pesawat ditunda berangkat jam 07.30 WIB. Bagus deh. Thanks God. Jadwal meetingku pasti molor. Semoga tidak ada masalah di Makasar nantinya. Semestinya, yang lebih masalah bukan soal keterlambatan. Masalahnya, AKU UDAH TERLANJUR BANGUN PAGI BANGETTTTTTT!!!! Nah, jadi emosi, kan? huehehehehe…. Jam setengah 4 aku udah melek. Tau getu kan aku masih bisa merayapi alam mimpi setidaknya 1 jam lagi huhuhuhu… :(:(:(
Ketika nanya petugas Sriwijaya Air kenapa jadwal ditunda dari jam 6 pagi ke jam setengah 8. Dia cuma jawab santai, "Udah 3 hari ini jadwal kami jam setengah 8 lho Bu."
Aku bilang, "Lha saya kok dapat jadwal jam 6?"
Dia jawab, "Oh ya kalo getu Ibu belum ditelpon mungkin." Hmmmm… ya udah, aku gak mau bikin panjang. Aku sedang segan berdialog pagi-pagi begini, apalagi kalo pake acara berdebat. Bukankah pagi ini seharusnya menjadi pagi yang indah?
Duduklah aku di ruang tunggu. Menulis sesuatu…. (ya blog ini yang lagi kutulis). Aku belum mau masuk boarding room. Nanti aja. Di boarding room sumpek. di sini lebih lapang. Aku bisa lihat ke luar. Di balik jendela, kabut pagi yang lumayan masih tebal menggelayut manja di batas langit yang mulai disentuh kilau cahaya mentari pagi.
Persis di depanku ada toko buku. Tapi aku juga malas mengayun langkah ke sana. Dari rumah tadi, aku sempat nyambar satu buku yang belum sempat kubaca (dan masih banyak buku yang belum kubaca). Dan, aku juga masih malas baca. Jadi, aku duduk saja. Menulis dan menumpahkan rasaku….
Selamat pagi dunia….
Kangen…..
Ada kalanya kita rindu… kangen.. jumpa dengan seseorang…
entah itu dengan sahabat yang lama tak jumpa, dengan orang yang kita sayang, dengan orang tua, dengan saudara atau dengan siapa pun yang pernah mengisi hari dan hidup kita…
tapi ada kalanya kangen itu gak selalu bisa dapat obatnya
ada kalanya kangen itu harus terus bergelayut dalam dada
ada kalanya kangen itu gak pernah pergi karena kita gak bisa jumpa dengan orang yang sedang kita rindukan
ada kalanya kangen itu terus berkecamuk dalam pikir
terucap di bibir…. ‘aku kangen….’
mau sampai kapan juga gak tahu…
kangen itu terus ada karena kita sayang pada orang itu…
aku juga mikir betapa kangennya Tuhan padaku
ketika aku udah lama gak nyapa Dia di hari-hariku…
tapi ketika aku gak peduli
gak ambil pusing dengan kerinduan hati Tuhan…
kangen itu juga gak pernah pergi dari-Nya…
kangen itu ada karena Tuhan sayang aku….
pfffffffffffff…..
*** kangen itu….. (menyakitkan…)
Tsunami, Lumpur Lapindo, dan Lumpur Dosa
April 16, 2008, 7:47 pm
Filed under:
YOUTH
Ratusan ribu
orang jadi korban dalam bencana tsunami yang meluluhlantakkan kota Banda Aceh,
Meulaboh dan sekitarnya, satu hari setelah Natal 2004. Ombak dari laut di
sebelah utara dan barat propinsi Banda Aceh menjulang setinggi lebih dari 5
meter dan bergulung-gulung menyerbu daratan. Manusia, binatang, rumah, sekolah, kantor maupun
toko-toko kayak disapu. Dalam
sekejap, daratan Aceh jadi rata dengan tanah.
Ombak itu datang
gak sendirian. Dia ditemani lumpur dasar laut yang berwarna hitam pekat dan
berbau tajam. Lumpur itulah yang dengan kejam menenggelamkan banyak orang,
termasuk yang jago renang sekalipun. Ada seorang kenalan yang selamat dari
amukan tsunami dan berkata, ”Banyak lumpur yang masuk ke dalam paru-paru gue.”
Makanya, pasca tsunami, dia masih kudu berobat di rumah sakit di Medan lantaran
masih ada kotoran laut yang nyangkut di dalam tubuhnya.
Mei 2006. Ada
bocoran yang nongol dari dalam tubuh bumi. Diliatin, ternyata isinya air dan
lumpur berwarna kecoklatan. Baunya minta ampun. Dipegang… adouw… panas gitu
lho. Setelah beberapa lama, air lumpur ini trus menggenangi wilayah di
sekitarnya. Gak ada orang yang bisa nutup semburan lumpur itu karena jumlah
semburannya juga makin banyak. Beberapa orang kecemplung masuk kubangan
lumpur ini dan badannya otomatis melepuh. Dua orang meninggal karena
kecemplung. Waktu berjalan dan lumpur panas itu menutupi saluran pipa gas
sehingga pipa itu meledak dan membuat dua orang lagi meninggal dunia. Belasan
desa di sekitar Sidoarjo – Porong, Jawa Timur terendam lumpur sehingga
penduduknya kudu ngungsi.
Ratusan orang gak
punya rumah lagi. Gak bisa sekolah lagi. Kalaupun bisa sekolah, belajar juga
gak bisa konsen. Banyak siswa yang lagi ujian takut gak lulus ujian karena
belajar di kamp pengungsian ditemenin ama riuhnya orang ngobrol plus nyamuk
berdenging-denging. Wah, mana bisa belajar?
Kedua lumpur ini
datang menyerbu bumi (untung gak dibarengi ama makhluk luar angkasa yang lantas
menduduki bumi tercinta ini, ya? Hehehe… Ngayal…), tapi kita bisa liat cara
datangnya beda banget. Yang satu menyerbu kayak tentara Amrik ngebomin Irak,
nah yang satu lagi smooth banget. Pelan-pelan kayak putri Solo hehehe…
Meski cara datangnya beda, tetapi keduanya bener-bener udah ngancurin hidup
banyak orang. Di Aceh, banyak orang yang tiba-tiba kehilangan nyawa, rumah dan
harta benda. Di Porong, orang kehilangan rumah dan harta bendanya secara
bertahap. Yang pasti, keduanya mendatangkan kerugian yang amat besar.
Dosa datang ke
dalam hidup kita juga dengan dua cara. Seperti tsunami di Aceh, dosa bisa aja
datang menyerbu. Liat aja orang yang melakukan serentetan penembakan di Amrik
beberapa saat lalu. Lebih dari 30 orang mati, termasuk salah satu, mahasiswa
dari Indonesia yang lagi ambil studi doktoral. Di Jember, seorang siswa ketauan
nyontek. Kertas ujiannya diambil dan dirobek ama pengawas ujian. Wow, pelajar
ini ngamuk kayak kesetanan. Dia loncat ke meja dan dia pukulin pengawas ujian
itu. Siswa lain yang ngeliat itu bukannya melerai, malah ikut-ikutan mukul si
pengawas sampe dia lari tunggang langgang.
Tapi, dosa itu
juga sering datang kayak lumpur Lapindo. Pelan tapi pasti. Dia datang dengan
tenang dan secara perlahan menggenangi kehidupan kita. Dosa mulai
menenggelamkan iman kita; mulai menghanyutkan kebenaran firman Tuhan; juga
mulai menghalangi jalan kita menggapai hidup benar di hadapan Tuhan. Pelan tapi pasti, hancurlah hidup kita
dalam pelukan api neraka.
Nah, apapun model
lumpur dosa yang mencoba mengalir membanjiri kita, tetap saja kudu kita
perhatikan agar gak sampe menenggelamkan kita. Ada beberapa poin yang
ditunjukkan oleh firman Tuhan untuk menghalangi luapan lumpur dosa dalam hidup
kita. Amsal 4: 23 mengatakan: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan. Hati adalah sumber dari segala hal
yang kita rasakan dan kita pikirkan. Karena itu, amsal mengingatkan kita untuk
menjaga hati. Dengan cara apa kita dapat menjaga hati? Rasul Yohanes berkata: Sebab
semua yang ada di dunia ini, yakni keinginan daging, keinginan mata dan
keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1
Yohanes 2:16). Nah, kita bisa
jaga hati dengan waspada atas tiga hal ini.
- Melawan keinginan daging
Jealous ngeliat temen kamu yang berhasil, disayang orang lain, punya banyak
kesempatan baik, sedangkan kita kayak kambing congek, cuma bisa celingak
celinguk dan gak bisa ngapa-ngapain? Lupakan rasa iri itu! Pacu semangat
dan niat kita untuk meraih keberhasilan yang lebih lagi. Kejahatan pertama di
muka bumi ini terjadi karena iri hati. Kain ngebunuh adiknya sendiri karena jealous.
Lebih bagus kalo kita introspeksi diri dan ngeliat hal-hal positif dari orang
lain yang bisa kita pelajari agar kita bisa sukses.
Ngamuk adalah hal yang juga kudu dilawan. Ngeliat apa-apa yang gak beres,
langsung kedua alis menyatu, asap putih mengepul di atas kepala, wajah memerah
dan teret.. tet.. tet.. teret.. tet… Bagaikan senapan mesin, semua kata-kata
dalam kamus pribadi keluar semua gak tertahan lagi.
Masih banyak hal kedagingan yang kudu kita lawan. Jika gak kita lawan, jangan heran kalo tiba-tiba
kita terbenam dalam lumpur dosa.
- Melawan keinginan mata
Gak tahan dengan godaan barang yang gak mestinya kita punya? Masalahnya sepele aja tuh. Pingin punya.
Padahal kalo gak punya juga gak apa-apa. Gak masalah, gitu lho. Tapi pingin
punya. Apalagi teman-teman sekelas kok udah pada punya barang itu, ya. Anehnya,
kalo udah punya, kok gak ngerasa puas juga ya? Biasa aja tuh. Paling senengnya
cuma bentar aja. Setelah itu ya nothing special. Nah, itu yang disebut
dengan keinginan mata. Memuaskan apa yang dilihat ama mata aja. Nah, kalo kita
termasuk tipikal orang yang suka banget memanjakan mata, kayaknya kudu punya
kaca mata kuda, deh. Dipasang
pas di kanan dan kiri wajah jadi mata gak bakal meleng kemana-mana
hehehe…
Melihat sesuatu, menginginkannya tanpa kita nyadar bahwa kita benar-benar
membutuhkannya hanya akan membawa kita pada dosa. As a young
Christian, we have to ready to be different. Gak usah ikut-ikutan orang
lain.
- Melawan keangkuhan hidup
Gengsi? Buang deh! Itu hal yang paling gak penting banget dalam hidup.
Tapi, kita tuh kebiasaan kalo gak pake barang bermerk bisa gatal semua,
hihihi… Gini lho, kalo emang punya duit, ya gak apa-apa. Tapi kalo sampe
ngerasa gak gagah or gak bisa tampil ok tanpa barang bermerk, eh kacian
deh elo… Kalo mau punya barang apa pun, hal yang kudu kita inget adalah
apakah barang itu punya fungsi buat kita. Kalo hanya punya gengsi, gak usah deh
ya. Yang model beginian, bisa buat kita jadi dosa.
Dunia ini
menawarkan banyak hal, termasuk kenikmatan. Bila kita memelihara semua yang
ditawarkan dunia ini, lumpur dosa dapat menyaput kita secara perlahan dan tanpa
sadar, kita akan tenggelam di dalamnya. Entah model tsunami, entah model lumpur
Lapindo, kita tetap kudu siap melawan terpaan lumpur dosa. Jangan sampai terbenam di dalamnya.
JUST WANNA BE FREE
April 15, 2008, 8:01 pm
Filed under:
YOUTH
Bebas!!!!!!
Sapa sih yang gak
suka bebas???
Pasti semua
ngejawab: “Gak adaaaaa!!!!”
Orang idup pasti
semuanya mau bebas. Soalnya, kalo kita idup dikekang, rasanya gak asyik abis
gitu lho… terkekang… hiks.. hiks….
Tapi, kita juga
kudu sepakat kalo kebebasan yang kita miliki itu bukanlah kebebasan yang tanpa
batas. Setiap kebebasan pasti ada batasnya. Soalnya kalo gak ada batas, semua
orang bisa semaunya sendiri dunkz. Contoh ya, kita bebas naik motor di jalan raya, kan? Apa kita bener-bener
bebas? Gak getu. Kita gak bisa bebas 100 persen karna kita masih dibatasi ama
peraturan lalu lintas. Kalo pas ada lampu merah, ya motornya berhenti dulu,
lah. Jangan asal jalan aja. Andai nekat jalan karna pingin bebas, ya jangan
salahin siapa-siapa kalo kita ketabrak.
Galatia 5:13
bilang gini: “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.
Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk
kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Sekarang, yuk kita liatin apa yang ada di balik firman Tuhan
ini.
- Dipanggil
untuk merdeka
Sebagai orang muda yang udah
percaya kepada Tuhan Yesus, ya inilah panggilan dalam hidup kita, yaitu jadi
orang merdeka. Lho, apa dulu kita bukan orang merdeka?
Iya lah… sebelum mengakui Yesus
sebagai Tuhan dan juru selamat kita, maka kita adalah orang-orang yang dibuang
dan menjadi bagian dari kerajaan gelap. Dengan kata laen, kita adalah hamba
dosa. Satu-satunya jalan untuk melepaskan dosa adalah menerima Yesus karena Dia
adalah penebus dosa manusia. Sebagai penebus, Yesus udah pasti secara langsung
ngelepasin kita dari belenggu dosa. Lha, kalo dilepas dari belenggu dosa, artinya kita jadi orang merdeka. Getu
lho….
Tuhan memanggil kita menjadi orang merdeka, bukan orang yang terikat dan
menjadi budak dosa.
- Jangan
pergunakan untuk hidup dalam dosa
Kalo udah merdeka, so what getu
lho… Jadi orang merdeka gak berarti kita gak ngelakuin apa-apa. Juga gak berarti
kita bebas melakukan apa saja. Semau tetap ada aturan maennya.
Wah, kalo ada aturannya, lalu apa artinya merdeka? Uih… koq kamu ngotot
amat sich… Yang namanya merdeka, jelas bedalah ama yang nggak merdeka. Kalo
kamu gak merdeka, ya jelas semuanya ada dalam kendali orang laen. Kalo kita merdeka, maka ada hal-hal yang
bisa kita lakukan tanpa perlu menunggu persetujuan orang lain. Tetapi meski
kita gak perlu nunggu persetujuan orang lain, ada hal-hal yang harus kita
pertimbangkan karena berhubungan dengan orang lain. Itulah yang buat kita gak
bisa bebas sebebas-bebasnya.
Hal yang juga perlu disadari, bebas tanpa batas acap membawa kita masuk
dalam sebuah pencobaan. Jika pencobaan itu dibuahi (atau dilakukan), maka hal
itu bisa membuahkan dosa. Misalnya aja kita ngerasa bahwa kita bebas ngelakuin
segala hal. Artinya, kita
bebas merokok, bebas dugem, bebas pake drugs, bebas mabok, pokoke bebas semua.
Nah, kalo itu kita jalanin, ya kebebasan itu justru membawa kita ke dalam
kehidupan dosa.
Contoh laen. Kita bebas baca. Baca apa saja yang kita mau, termasuk baca buku porno. Itu emang hak kita
sebagai orang merdeka. Tetapi, kalo itu kita lakoni juga, maka kita kudu
ngedepin apa yang disebut dengan konsekuensi negatif. Untuk menghindari
konsekuensi negatif itu, kita perlu aturan, yaitu kita bisa baca buku apa aja,
tetapi buku-buku yang buat pikiran kita gak sehat –termasuk buku porno- ya
dijauhin aja toh…
- Pergunakan kemerdekaan untuk melayani
orang lain
Kalo kita udah sepakat tentang aturan main yang kudu kita jalanin, poin
berikut yang perlu kita lakukan dalam kemerdekaan or kebebasan kita
adalah gimana kita mempergunakan kemerdekaan itu.
Firman Tuhan ngajarin kita untuk gunakan kebebasan untuk melayani orang
lain. Waks!!!! Itu artinya sama aja dengan jadi budak lage, donk… kalo udah
merdeka itu ya kudunya melayani diri sendiri, mencari kesenangan diri sendiri
en memuaskan kepentingan diri sendiri. Itu baru namanya bebas. Kalo melayani
orang laen…. Walah… gak janji dech.
Hehehe… dijauhkan kiranya pikiran seperti itu dari benak kita. Kemerdekaan
atawa kebebasan adalah hal yang patut kita syukuri. Tuhan pun senang dengan
kemerdekaan yang kita peroleh, karena itulah keinginan hati-Nya. Toh demikian,
gak berarti kemerdekaan jadi tujuan akhir dari semua pekerjaan-Nya. Kemerdekaan
merupakan alat efektif untuk mendapatkan kemerdekaan yang laen; hingga akhirnya
makin banyak orang yang juga hidup dalam kebebasan. Itulah tujuan utama dari
segala pekerjaan Tuhan di dunia ini. Dia ingin semua orang mendapat kebebasan yang penuh dan lepas dari
perbudakan dosa.
Orang yang dapat membebaskan orang lain dari perbudakan hanyalah orang yang
bebas. Gak ada seorang budak yang bisa ngelepasin budak lainnya. Cuma orang
bebas yang bisa ngebebasin budak.
Caranya gemana?
Banyak. Menolong orang laen tanpa pamrih.
Berkata-kata yang membangun hidup orang laen. Memiliki pola pikir yang positif
dan menularkan hal itu kepada lingkungan. Bersikap dan bertingkah laku sesuai
yang dikatakan alias gak cuman pinter ngomong doang. Itu yang disebut
melayani orang laen.
So, kemerdekaan adalah hal yang sangat
menyenangkan. Dan, lebih nyenengin lage kalo kita bisa melayani orang laen
untuk memperoleh kemerdekaan seperti kemerdekaan yang udah kita miliki.
Puisi Lama untuk Kawan Lama
Sebuah Hati Berkata
Sebuah hati berkata:
“Aku ingin memberikan diriku
hanya pada Seseorang,
bukan kepada yang lain”
Sebuah hati berkata:
“Ia pernah berjanji padaku
Bila aku memberi hidupku untuk-Nya,
Ia akan mencintaiku selamanya
Ia akan memberikan apa yang kuinginkan
Ia akan menyatakan hal-hal terindah
Ia akan menunjukkan semua yang manis”
Sebuah hati berkata:
“Aku bahagia mendengar janji itu
Aku tahu Ia akan setia
Aku tahu Ia tak penah berdusta
Aku tahu Ia tak akan ingkar
Aku pun berjanji akan memberikan diriku
Hanya kepada-Nya”
Sebuah hati berkata:
“Namun, akulah yang berdusta
Akulah yang ingkar
Akulah yang tak setia
Setiap kali aku berjanji
Untuk memberi diriku pada-Nya
Kudapati diriku terdampar dalam lembah nista
Kutemui hidupku terapung dalam lumpur dosa
Kujumpai jiwaku tergeletak dalam belenggu cela
Sebuah hati berkata:
“Aku melakukan semua yang tak ingin kulakukan
Aku ingin dapat mengasihi-Nya
Mencintai-Nya sepenuh hati
Tapi, semua yang kulakukan bukanlah yang kuinginkan”
Sebuah hati berkata:
Tuhan…
Kali ini aku tak sekadar ingin menyerahkan diriku
Kali aku tak cuma berjanji dan mengingkari
Kali ini, Tuhan…
Kutaklukkan hidupku dalam rengkuhan-Mu
Kupasrahkan utuh dalam pelukan-Mu
Kupersembahkan sebagai korban di atas mezbah
Untuk kemuliaan-Mu
Surabaya, 28 Nopember 2002
Untuk Watie, Tuhan-koe..… dan hati-koe….
Seorang kawan dalam Kristus,
………
Paskah Udah Lewat…..
Ini juga tulisan lama…
Tapi kok pingin upload ya??? hehehehe….
Kemarin dan Hari Ini
Kemarin…..
Dia berjalan memasuki kota
Menunggang keledai
Beralaskan pelepah daun palem
Diiringi pujian dan pengagungan
Hari ini…..
Dia berjalan ke luar kota
Ditunggangi seonggok kayu
Beralaskan peluh dan darah-Nya sendiri
Diiringi tangisan pilu dan ejekan kejam
Di jalan yang sama
Keadaan-Nya jadi berbeda
Bukan karena salah-Nya
Tetapi karena dosa kita
Di jalan yang sama
Kita dalam sebuah pilihan
Tetap mencintai-Nya
Ataukah, mengkhianati-Nya
Kemarin dan hari ini seharusnya berbeda
Jika kemarin kita enggan mengenal-Nya
Hari ini kita perlu menyambut-Nya
Jika kemarin kita mengelukan-Nya
Hari ini kita patut memuja-Nya
Bagi kita….
Kemarin dan hari ini seharusnya berbeda….
Surabaya, 11 Februari 2005
Menjelang Paskah