funky_manna


Sibuk ya…
October 29, 2008, 8:20 am
Filed under: Just wanna write

Kemarin, seseorang nanya, “Apa sih yang kucari dengan kuliah lagi?”

Kemarin dulunya, orang yang sama nanya, “Apa aku gak salah memutuskan untuk kuliah lagi?”

Aku jawab dengan serius (ehem…), “Satu minggu setelah masuk kuliah, aku sempat memikirkan hal yang sama dengan yang kamu pikirkan. Apakah aku salah mengambil keputusan? Tapi bukan keputusan untuk kuliah, melainkan keputusan untuk ngejalanin semua yang kujalani dalam hari-hariku saat ini.

“Tiba-tiba aku kebayang, Senin sampai Jumat, aku ngajar. Sesuatu yang gak terjadi di semester lalu. Lalu, Senin sampai Rabu, aku malah masih kudu kuliah sampe malem. Woi… jadwalku pada banget. Kayak gak ada ruang untuk napas.

“Tapi aku bersyukur punya teman yang memotivasi aku untuk ngejalanin semua ini. Bukan berarti aku paksa diriku sendiri untuk menjalaninya tetapi dia mengingatkan aku, untuk apa aku melakukan semua ini.

“Jadi pertanyaan keduamu, bagiku udah terjawab. Lalu, bagaimana dengan pertanyaan pertamamu??? Itulah yang buat aku bersyukur karena aku bisa menjawab pertanyaan keduamu karena pertanyaan pertamamu menjadi dasarnya. Aku tahu persis kenapa aku kuliah… Itu yang buat aku bertahan untuk menjalani semua kesibukanku sekarang ini.

“Bagaimana dengan kamu? Jawab dulu pertanyaan pertamamu, lalu kamu akan dapatkan jawaban untuk pertanyaan keduamu.

Sejak minggu pertama kuliah yang sempat buat aku keder  itu, aku udah bisa jawab dengan rileks kalo ada yang nanya, “Sibuk, ya???”

“Begitulah…. demi meretas masa depan, mimpi dan harapan…. hahaha…. (sok bjak, ya…)”



Naskah Yang Ilang Itu…
October 27, 2008, 9:19 am
Filed under: Uncategorized

Akhirnya, naskah yang ilang itu kelar juga…

Minggu ini, naskah itu udah masuk cetak…

Puji Tuhan….

Halangannya ada aja… tapi aku belajar untuk benar-benar berserah kepada Tuhan…

Naskah yang ilang itu udah rerganti, Ni….



Penulis Baru… Penulis Muda…
October 27, 2008, 6:53 am
Filed under: Just wanna write

Bu Angeline memang istimewa. Dia sangat bisa melihat sesuatu yang tak kasat mata hahaha… emang Bu Angeline dukun atau paranormal??? Ehm, mungkin sih ya… hehehe…

Beberapa saat lalu, Bu Angeline minta aku untuk ngasih proyek nulis buku kompilasi untuk siswa kelas XI. Aku sih OK aja… Apa sih yang gak untuk Bu Angeline? hehehe…. I mean, this is a good idea, so why do I have to reject this idea? I don’t have any reason to do that.

Akhirnya, aku umumkan proyek ini di kelas. Beberapa siswa menyambut dengan antusias tapi beberapa lainnya terkesan cool… Tapi ini proyek gak tawar-tawaran… Aku tahu, beberapa dari antara mereka ‘agak jauh’ dari dunia verbal… tapi bukannya mereka gak bisa.

Setelah dua kali pertemuan, aku bisa ngeliat beberapa di antara mereka punya ide yang menarik (bahkan terkesan seram)… entah dari mana ide itu muncul di kepala mereka. Yang pasti, Bu Angeline senyum2 juga ketika kutunjukkan salah satu karya anak-anak itu.

Sampai hari ini udah ada 4 naskah yang udah aku anggap jadi. Yang lain masih perlu penambahan. Malah ada anak yang belon dapat ide sama sekali. Ya, aku tahu memang tidak mudah untuk benar-benar menjadi penulis. Tapi setidaknya, aku melihat, mereka mau mencoba….

Siapa tau dari antara mereka ada yang jadi penulis baru… penulis muda… penulis yang bisa mewarnai dunia ini dengan pemikiran dan hati mereka yang mencintai Tuhan Yesus….

yach.. siapa tau… :)



kenapa mengingat kami?
October 24, 2008, 8:03 am
Filed under: Uncategorized

“Saya tahu kenapa Ibu selalu mengingat kami….” Itu kata salah seorang siswaku tadi siang.

Aku menatapnya dengan pandangan tanya. Dia melanjutkan, “Supaya Ibu menjadi guru favorit kami, kan?”

Aku hanya tersenyum dan menggeleng. Dia bertanya lagi, “Lalu, mengapa?”

Aku tidak menjawab. Tidak ingin menjawab. Belum ingin menjawab….

Memang aku pernah berkata bahwa aku selalu mengingat mereka hampir dalam setiap detak jantungku, dalam setiap derap langkahku, dalam setiap desah napasku…. Bukan hanya mereka… tetapi murid-murid kecilku yang masih SD juga para mahasiswaku. Bagi aku, mereka semua adalah anugerah tersembunyi yang Tuhan izinkan singgah di pagar kehidupanku dan beberapa di antara mereka telah singgah di griya jiwaku…

aku tak pernah ingin menjadi guru favorit… aku hanya ingin menjadi pribadi yang memberkati sehingga hidupku gak akan sia-sia… Aku adalah seorang guru… Hidupku adalah berbagi… Napasku adalah memberi… Langkahku adalah menjadi teladan….

itu sebabnya, aku selalu mengingat semua muridku… di dalam doaku… :)
love all of u, guys….



Just Like a Busy Bee
October 20, 2008, 8:01 pm
Filed under: Uncategorized

Aku sempat berharap setelah libur lebaran, hidupku akan sedikit lebih tenang. Maksudku, lebih santai…. mengingat tiga minggu sebelum libur lebaran, aku lumayan keteteran ngurus naskah Bu Hana, naskah YOUTH dan WANITA, juga prepare pelayanan ke Makassar.

Nah, maunya pulang itu santai meski udah tahu kalo bakal disibukkan dengan urusan kuliah, urusan nguliahin (maksudnya ngajar di kampus) dan ngajar di skul…. Tapi, ya maunya santai dikit getu :)
Tapi, nyatanya belon bisa nyante tuh… meski aku masih bisa nonton hehehe… tapi aku udah gak sempat nongkrong lho…. huhuhuhu…. Aku ‘terbang’ ke sana kemari kayak lebah yang sedang mencari madu…. Emang ada madunya sih hihihihi… Madu yang manis dan menyenangkan hehehehe… Madu apa ya????

Pokoknya thanks to God, lah…. Ada aja gawe yang mampir… Jadi, gak pake bersungut…. bersyukur dalam segala perkara… Akan ada saatnya untuk melakukan banyak hal kok, Fanny…. hehehe…

Dan… minggu depan…. UTSSSSSSSSSSSSSSSSSSS…. gak ada yang tes… semua take home… Puji Tuhan,….. Sekarang, aku masih terbang dulu… sibuk kayak lebah… menghisap madu yang manis…. sambil tetap jadi pribadi yang manis dan juga narsisssssss…. (aku tahu kalo Nita dan Icha baca blog ini, dia pasti mual dan pening… biar saja…. aku tetap tahu kalo mereka mencintaiku, hahaha…. tetep NARSIS!!!)



Naskahku Ilang hehehehe….
October 9, 2008, 7:18 am
Filed under: Uncategorized

Jelas ini bukan yan pertama kali sepanjang karirku sebagai penulis.

Aku udah buat back up. tapi entah bagaimana, back upnya juga gak jelas ada dimana.

Naskah ini kudu kelar minggu ini. Tgl 12 Oktober… (tapi masih sempat nulis blog ya… hahahaha). Tadi pagi aku udah berusaha sekuat tenaga untuk memoles tulisanku itu. Entah kenapa naskahku gak mau di save. Setelah kupaksa beberapa kali…. file itu tertutup dan lenyap dari folder nya. Kucari dari recovery document tetap gak ada. Nihil… lenyap… ilang… amblas….

Dalam kesenduan — tapi belon sempat meratap — aku dapat telepon dari Cie Paulin. Wah dia datang dari Belanda. Senangnya… aku jadi lupa dengan ilangnya naskahku… eh gak ding.. ya tetap ingat aja…

setelah telpon ditutup, aku coba tenang dan senyum…. Pffff… aku nemu draft kasarnya… aku nemu beberapa transkrip hasil wawancara dan terakhir aku nemu back upnya tapi belon sempurna. Jadi ada sekitar 3 bab yang belon sempat ter back up… ya Puji Tuhan…. itu sudah sangat luar biasa….

Ciao Fanny… semangat… semangat….. hehehehehe…



20 Tahun Lalu (2)
October 7, 2008, 8:18 am
Filed under: Uncategorized

2 Oktober 2008 pagi…

Kasih Bapa terasa sangat kuat menyentuh setiap pribadi di ruang itu. Nyata banget… Aku sendiri gak bisa nahan air mata yang keluar begitu deras. Paldahal aku lagi di depan lebih dari 100 remaja. Khotbah baru kuselesaikan. Film pendek TRIATHLON jadi pamungkas khotbahku. Kubilang, “Kalo papa di dunia aja berani ngasih hidupnya untuk anak yang cacat, apalagi Bapa kita di Surga. Dia bakal ngasih segala sesuatu untuk kita. Dia mau berikan kasih yang kekal untuk kita. Dia mau terima kita apa adanya.”

 

Terdengar isak kecil di beberapa baris. Di baris paling belakang, panitia malah udah banjir air mata. Wow… kasih Tuhan emang nyata banget. Aku sendiri ngerasa jamahan kasih yang sangat luar biasa. Aku gak cuma ngerasa mendapat sentuhan baru tapi aku ngerasa bener Tuhan sedang menyentuh hati setiap orang…

 

Bajuku basah. Sesi berikut, aku ganti pakaian… macam artis saja….

 

2 Oktober 2008 senja…

Michael mengetuk pintu kamarku. “Kak Fanny tadi telpon saya?”

Oh ya, emang tadi aku telpon dia. Aku mau minta tolong dibelikan baby oil karena aku dapat dorongan yang kuat untuk melakukan pengurapan pada KKR malam terakhir ini. Michael mengangguk dan bergegas pergi. “Saya belikan, Kak….” Dia emang cowok yang baik…. Makanya aku gak nyangka saat temen-temennya cerita kalo dia cukup rame di sekolah. Dia sendiri mengakuinya saat kami makan malam rame-rame… Hehehe… Michael… lucu juga ya….

Sepeninggal Michael, ada seorang gadis berdiri di depan kamar. Aku terkejut karena mengira dia datang bersama Michael. Katanya, “Tadi kak Fanny bilang saya supaya temui Kak Fanny, mi…”

 

Aku tertegun. Lupa…. Terdiam aku sejenak sampai… “Oh ya… saya ingat sekarang. Maaf ya….”

 

Dia tersenyum. “Ada apa, Kak Fanny?”

“Apa ya Dik? Kak Fanny hanya ngerasa ada yang perlu kamu ceritakan, deh…” Tapi abis ngomong getu, tiba-tiba aku ngerasa kayak dukun atau paranormal aja hehehe…. Si cantik itu senyum dan bilang, “Iya sih,… tapi nanti aja Kak. Nanti saya nangis, mi…. “ Eh, belum habis dia bicara, air mata sudah menggenangi pelupuk matanya. Tisu kuserahkan dan, “Ok… nyante aja….”

 

Aku ajak dia makan malam….

 

18 Desember 1998…

Ada Ko Mbing… Ada Ko Andreas (alm)… ada Pak Pengky… kami didoakan… Roh Kudus bener-bener nyata dan pelahan menyentuh kami dengan sangat lembut.

 

19 Desember 1998

Hari terakhir retreat… Kami didoakan. Minyak pengurapan dioleskan ke kepala… Satu per satu, kami merasakan hadirat Tuhan nyata… Ini jadi pengalaman pribadiku yang sangat berharga…..

 

2 Oktober 2008 malam….

Khotbahku gak nyampe 15 menit. Lha wong Tuhan emang gak ngasih pesan apa-apa. Ya aku berhenti. Dan, Tuhan membuktikan cinta-Nya dengan dahsyat… wow…. Aku sampe takjub bener. Pengurapan dilakukan oleh Pak Hendra dan Pak Silas, dua hamba Tuhan GIA Makassar. Panitia dapat giliran pertama. Berikutnya, peserta retreat. Tapi aku hanya meminta mereka yang mau saja untuk maju. Banyak juga, lho…. Aku hanya berdoa dan memeluk mereka…. Aku berdoa… sebuah perubahan Tuhan tanam dalam hati mereka untuk lebih mengasihi Tuhan….



Laskar Pelangi… Lintang Bagaimana?
October 7, 2008, 7:31 am
Filed under: Uncategorized

Sejujurnya, gak banyak film Indonesia yang kutonton di gedung bioskop. Tahun kemarin, aku nonton Nagabonar Jadi 2. Nah, tahun ini, yang aku tonton adalah Laskar Pelangi. Aku nonton bareng Jeje, D2 Vlo, Icha n the family.

 

Satu scene yang menimbulkan keharuan adalah Lintang – murid pertama Bu Muslimah – kudu jadi murid pertama yang meninggalkan sekolah. Bukan karena lulus ujian SD, melainkan karena ayahnya meninggal dunia setelah ibunya meninggal dunia. Sebagai anak pertama dari tiga adiknya yang semua cewek, Lintang berkewajiban untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Padahal Lintang anak yang sangat cerdas. Jika Andrea Hirata gak bohong (gak mungkin bo’ong kan?) tentang kecerdasan Lintang, aku benar2 kecewa Lintang gak bisa terus sekolah. Dia benar-benar istimewa. Dia murid pertama sekolah Islam tertua di Belitung dan dia yang paling antusias belajar tapi dia pula yang harus putus sekolah. Kemiskinan jadi penyebabnya. Indonesia – bangsa ini – kehilangan asset yang sangat besar. Asset intelektual yang gagal karena terhimpit ketidakberdayaan ekonomi.

 

Itu baru satu Lintang. Mungkin ada banyak Lintang-Lintang lainnya. Kita gak pernah tahu. Dan, menjadi doaku…. Semakin banyak orang yang menyadari betapa berharganya memiliki waktu untuk bersekolah… dan sekaligus memiliki uang untuk mengenyam pendidikan yang baik… Sekolah memang merupakan kasih karunia.

 

Kalo sekarang aku bisa ambil program Master untuk komunikasi, aku benar-benar bersyukur karena ini adalah kasih karunia. Bukan untuk nambah gelar, bukan untuk kelihatan jebat… tapi dengan tambahan ilmu, aku dapat berbagi lebih banyak untuk mahasiswaku… untuk siswaku… untuk orang-orang yang aku cintai dan aku tinggalkan nantinya…



20 Tahun Lalu (1)
October 5, 2008, 5:30 am
Filed under: Just wanna write

Satu minggu menjelang libur lebaran, aku ikut retreat SMA IPH di Trawas. Maunya sih gak ikut karena aku ada kuliah. Tapi, aku masih punya jatah bolos, kan? hahaha….

Aku ada di sana sebagai peserta (dan nyaris jadi penonton) hehehe…. Toh, aku terkenang dengan apa yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupku pada 20 tahun yang lalu. Tepatnya 21 taon lalu…

18 Desember 1987, aku duduk diselimuti dinginnya malam kota Pacet. Embun dingin mengelus pipiku saat aku berjalan ke arah aula. Teman-temanku telah mendahului berdesakan masuk ke aula. Pujian mulai diperdengarkan. Aku lupa siapa worship leadernya. Mungkin Mbak Santi. Tapi mungkin juga Bang Agustinus. Dan, malam ini Ko Mbing khotbah. Pelan tapi pasti Roh Kudus menyentuhku dengan lembut.

Dalam galau, aku lari keluar. Malu… karena aku menangis… Tapi Bang Agus memanggilku masuk. Di dalam, aku berdoa bersama Inne, Eni, Myte dan Lani (sepupu Myte). Lani ada dimana ya? Hari itu, aku merasakan Roh Kudus menyertaiku dan memberikan kekuatan baru dalam hidupku…

Sejak itu…. Aku tahu hidupku gak sama lagi dengan hari-hari yang udah pernah aku jalani. Masih muda? Ya, saat itu aku masih sangat muda. Dan, aku bersyukur ketika itu aku udah ngalamin perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

23 September 2008… Seorang gadis jalan di koridor kamar. Tertunduk dan menangis… Aku tanya, apa ada yang hendak diceritakannya? Dia manut ketika aku nuntun dia ke kamar. Kisahnya, “Aku berantem dengan Mama. Aku omong kasar sampe Mama nangis…” Kuminta dia SMS dan minta maaf pada mamanya. Kuajak dia berdoa. Aku gak tau apa yang kulakukan benar atau tidak tapi yang aku tahu… aku kembali pada 20 tahun yang lalu…

1989…. Aku lupa tanggal dan bulannya. Yang aku ingat tempatnya di Pacet. Saat itu persiapan retreat tahun berikutnya. Mbak Maya berdoa menemaniku karena kekacauan yang kuhadapi dengan ortuku, terutama Mamaku. Air mata tak ada susutnya. Idungku udah mampet penuh dengan …. hehehe…. Kertas tisu udah berhamburan di depanku. Mbak Maya masih sabar dan telaten duduk di sampingku. Dia diam, mengelus kepalaku, memelukku…

23 September 2008… Puluhan remaja SMA sesunggukan merasakan jamahan Tuhan… indah… sangat indah…. Lord, U are so amazed….