Tuhan Yang Memberi, Tuhan Yang Mengambil
November 25, 2008, 7:50 am
Filed under:
Friends
Dita… seorang teman di masa kuliah dulu…. beberapa bulan lalu nelepon dan berkisah, “Aku ada masalah ekonomi dan sekarang kayaknya aku hamil… Aku belon test sih.. Tapi aku takut kalo aku hamil beneran gimana? Kayaknya aku gak siap…”
Aku gak ngomong banyak… “Dit… kalo Tuhan udah ngasih, ya pasti Tuhan juga yang udah siapkan. Kalo emang bener kamu hamil, bayimu jangan ditolak ya…”
Puji Tuhan, akhirnya dia terima bayinya…
Sore tadi… Dita telepon lagi…. Emang beberapa saat tuh aku pingin banget telepon dia untuk nanya kabar baby-nya… Tapi, ya selalu deh aku terhambat dengan urusan ini dan itu… Sibuk gawe… jadi alasan utamaku… Tapi, pas dia telpon, aku masih ngajar.
Pas perjalanan ke Unair, aku telpon dia… Dan, katanya, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil….” Aku langsung tahu apa artinya itu… Aku gak banyak menghibur dia karena dia udah tabah banget… Aku gak perlu nambahin sesuatu yang sok-sok sentimentil getu, kan? Lagipula aku setuju ama dia… Tuhan yang ngasih, kalo mau diambil ya mau apa lagi?
Sebelum nutup telpon, dia bilang, “Aku pernah nangis sama kamu… sekarang aku ngerasa kamu perlu tahu hal ini, makanya, aku ngasih tahu…”
Jawabku, “Aku senang jadi salah seorang yang selalu tahu kabar terakhirmu… Thanks….”
Komitmen (2)
Komitmen itu indah….
dengan demikian kita bisa berkaca menata hidup
dengan demikian kita bisa bermimpi menggapai hidup
dengan demikian kita bisa berjalan mengukir semangat
Tidak mudah menjalani komitmen…
karena itu kudu dilakoni dengan integritas….
karena itu kudu dimaknai dengan pengorbanan….
karena itu kudu dilakukan dengan pengabdian….
Tapi komitmen itu tetap indah….
agar kita bisa menjadi pribadi tangguh berdedikasi….
agar kita dapat memaknai diri sebagai manusia penuh harga diri…
agar kita mampu melakukan yang terbaik sebagai bagian dari dunia ini…
Komitmen (1)
November 23, 2008, 3:15 am
Filed under:
Reflection
Menjadi guru bukan cita-citaku. Tapi ketika aku diminta menjadi guru, aku menganggap bahwa hal ini memang merupakan bagian dari rencana Tuhan atas hidupku. Tentu saja ini gak berarti aku langsung menganggap kalo aku udah pasti bisa jadi guru. Sama halnya ketika aku diminta jadi dosen dulu, aku juga gak langsung ngerasa bisa. Aku lebih banyak minder… Aku lebih banyak ngerasa gak sanggup.
Selain jadi guru, aku juga masih ngajar sebagai dosen. Aku juga masih ngerjain penerbitan kecil-kecilan. Ya, itu bisnisku sendiri hehehe… Aku juga masih nulis di beberapa media. Dan, aku juga kuliah lagi… Well, bukan perkara yang gampang untuk ngejalanin itu semua. Belum lagi, aku masih menyediakan waktu untuk keluarga, teman dan murid-muridku. Aku tahu, aku kudu tetap menyediakan waktu untuk mereka semua bukan karena aku ingin jadi orang baik tetapi karena aku ingin bisa bersama mereka saat aku masih memiliki waktu bersama mereka semua. Tentu saja aku gak bisa menyenangkan semua orang. Ada saja orang-orang yang ngerasa aku gak punya waktu untuk mereka. Well, I’m not God at all…. but, at least I try to give my time to them…
Bagiku, ketika aku melakukan itu semua, ada komitmen yang kudu kujaga. Aku komitmen untuk mengajar… aku juga komitmen untuk kuliah… dan aku juga komitmen untuk menyediakan waktu dengan orang-orang terkasih di sekeliling hidupku…
Hidupku dipenuhi dengan komitmen. Aku tidak pernah menyesali itu. Bagiku, komitmen bukan sekadar tanggung jawab untuk dilakukan melainkan sebuah integritas yang perlu dijaga… Dan, dalam komitmen aku belajar bagaimana hidup memberi dan mengasihi sama seperti Tuhan telah memberi dan mengasihiku — bahkan lebih daripada yang kuharapkan….
Hari Ini….
Entah apa lagi…
Kemarin malam, aku ketinggalan buku yang kudu dilaunching.
Tadi pagi, aku nyaris meninggalkan ha pe ku di meja lobby hotel
Di bandara, aku punya banyak waktu untuk nulis naskah. Thanks God…
Salah satu naskah yang kutulis adalah It’s a Happy Day
Kutulis di sana, kebahagiaan itu bukan ditentukan oleh keadaan tetapi ditentukan oleh perasaan.
Nah, ketika mau pesawat akan berangkat (udah delay 1 jam lebih tuh), hujan deras mengguyur bandara Hasanudin. Gak jadi berangkat deh… Masih happy? hahahaha… Aku jadi ketawa kecut mengingat apa yang aku tulis sendiri…
Aku turun di Sby jam 11.15 WIB…. hmmm…udah telat ngajar tuh… Aku lari ambil bagasi.. nunggu lagi deh…. Aku lari cari taksi (tetap ngantre)…. Aku minta sopir ngebut (tetap brenti di traffic light)… Sampai di kampus, aku lari ke kelas (udah ada Acha, kok…. dan kopor udah kutitip ke Mbak Cindy) pfffff…..
Hari ini… ya begini ini…
Hari ini… ya harinya Tuhan…
jadi, hari ini… ya mari kita tetap bersukaria….
kapan? ya hari ini, lah….
ada yang lagi sulit bersukacita????
Duh…..
Duh…. hari ini crowded banget…
Berangkat dari rumah, aku lihat mendung pekat menggantung di cakrawala… Duh!!!
Nyampe kampus, ujan deras mendera bumi… Duh!!!
Aku turun dari mobil pake payung tapi angin bertiup sangat kencang sehingga tak kuasa aku menahan kekuatannya… Duh!!!
tak ayal lagi, sebagian tubuhku diterpa guyuran air langit.. Duh!!!
di kampus, arum gak bisa bertugas sebagai asdos karena ada kegiatan (aku maklum)… duh…. (tapi yg ini gak keras2)
dan aku lupa berkabar pada Bu Elisa untuk menjemputku di bandara.. Duh!!!
dan aku lupa berkabar pada cita hati dan iph untuk membatalkan kelas hari ini… Duh!!!
nyampe makasar, buku yang dicargo ternyata belon berangkat… Duh!!!
masuk hotel, aku makan dikit dan mandi cepat-cepat… Duh!!!!
dijemput dan langsung berangkat tapi buku yang mau dilaunching ketinggalan… DUHHHHHHH!!!
Ending dari perjalanan hari ini…. AKu diajak makan… ikan bakar… kepiting saos… ikan sunu goreng… ikan masak woku… hmmm… enak banget… tapi aku kekenyangan.. DUH!!! Apalagi ditutup pake duren… waDUH!!!!
dan sekarang aku lagi nulis blog… chatting ama Yola… bentar lagi pasti tepar… besok pagi dijemput jam setengah 7 untuk balik ke Surabaya… DUH!!!
Duh… hari ini melalahkan, ya….
Tapi aku mau berterima kasih untuk penyertaan-Mu, Tuhan…. duh????
hahaha… gak lah…. masa aduh???
Kok Bisa Ya?
Sabtu kemarin, jenazah Ming2 diperabukan.
Tapi aku gak nganter sampe ke Kembang Kuning karena kudu ngasih training di Petra. Jadi, aku serahkan tugas memotret ke Jeje…
Pffff…. malamnya, aku ngedit foto2 acara itu. Aku jadi meneteskan air mata ngeliat Kuku Han, koko, Djing2, dan beberapa orang lain tampak menangis…. Duh….
Aku jadi mikir… Ming2 itu masih muda. Dia masih kuat berkarya dan melakukan banyak hal. Tapi Tuhan sudah panggil dia…. Ya, mungkin dia udah kelar menyelesaikan tugasnya… Aku coba untuk pahami walau aku gak bisa pahami… beberapa kali, aku emang masih nanya, kok bisa ya????
Akhirnya…
Setiap perjalanan selalu ada ujungnya…
Setiap langkah selalu memiliki arah…
Jika arah langkah tepat menuju ujung perjalanan…
kelegaan pastilah menyeruak dalam batin
Minggu ini, beberapa garapanku kelar. Duh, senangnya… Tapi, masih ada garapan yang belum kelar dan kudu kutuntaskan untuk mencapai tujuan akhir. Dan, sudah ada garapan lain yang menunggu…
Akhirnya, aku bisa bernapas lega… untuk kemudian, berada kembali dalam kesesakan napas yang berikutnya…
Satu hal yang aku percaya, Tuhan senantiasa siap menyediakan kelegaan itu… kapan pun dan dimana pun, aku membutuhkannya
Thanks, God…
Akhir Pertarungan
Sabtu ini, aku agak nganggur. Ya gak nganggur juga. Tapi karena jadwalku gak padat jadi aku bisa ngatur waktu istirahatku. Beberapa saat kerja tanpa mandeg juga buat aku agak kelimpungan.
Nah, siang tadi aku sempat istirahat. Wah, sesuatu yang paling gak disukai Sasha — ponakan imutku — kalo lagi nginep di rumahku. Dan, aku selalu bilang: suatu saat, Sha… kamu pasti akan kehilangan saat-saat tidur siang. Tapi dia tetap cuek aja hahahaha…
Kira-kira 1 jam lewat aku tidur. Mendung juga nambah semangatku untuk istirahat bentar. Kira-kira jam 4 lewat aku bangun dan aku lihat mama nangis. Wah, ada apa nih? Tapi swear.. aku sama sekali gak ada firasat apa pun… Mama bilang, “Ming2 udah gak ada.”
Deg… aku berhenti jalan. Aku duduk. Lemas. Gak bisa ngomong apa-apa. Tapi aku juga gak bisa nangis. Aku bingung… benar-benar bingung… Aku udah minta mukjizat Tuhan untuk mengembalikan Ming2 — sepupuku itu — pulang ke Indo dalam keadaan sehat, bukan dalam keadaan jadi mayat.
Aku sedikit kesel… mungkin aku agak kecewa… Aku masuk kamar dan nanya, “Kenapa, Tuhan? Apa ada rencana lain dari-Mu untuk keluarga sepupuku? Untuk kami semua?” Aku gak berusaha memahami rencana Tuhan. Yang aku tahu, Tuhan paling tahu hal-hal yang paling baik bagi semua orang, termasuk untuk keluarga sepupuku…
Sepupuku udah berjuang lebih dari 2 tahun untuk lepas dari leukimia. Ia sudah berusaha transfusi sumsum tulang belakang. Ia sudah kemoterapi. Ia sudah minum banyak obat…. Ia sudah bertarung demikian hebat untuk bisa pulih kembali. Terakhir, pankreasnya rusak. Livernya rusak. Ginjalnya rusak.
Sore tadi, dia kembali ‘pulang’… Pertarungannya berakhir…. Tapi, kami — yang masih di dunia ini — masih akan terus hidup dalam pertarungan….
Tuhan, lindungi kami…
Di Jariku ada Hatiku
Padat nian jadwalku belakangan ini.
Tapi aku masih enjoy saja. Gak ada sesuatu yang membuatku gusar ataupun resah. Mungkin aku udah terbiasa. Hanya saja, belakangan ini, kepalaku cukup sering terasa ringan sekali seperti sudah ingin terlepas dari batang leherku hahaha….
Ya, aku cape…, aku tahu itu. Tapi itu bisa kuatasi dengan tidur sangat nyenyak selama 4-5 jam dalam semalam. Duh, Tuhan itu baik banget bisa menolong aku dengan tidur yang lelap :):):) Coba kalo aku tidur sulit dan gak nyenyak, maka aku pasti hanya akan melolong-lolong (emang srigala) tak nyaman.
Di tengah segala kepadatan itu, aku masih ambil waktu untuk berpaling pada diriku sendiri. Salah satunya dengan menulis blog. Lewat blog ini kucurahkan apa yang ada di dalam kepalaku dan juga apa yang kurasa dalam hatiku.
Lewat jari-jarikulah (jari-jari yang mbutel namun lincah menari di atas tuts keyboard), aku menumpahkan rasaku. Lewat jari-jariku, seluruh hatiku tertuang dalam untaian kata dan kalimat.
Di jariku ada hatiku….
Itu juga yang jadi judul buku kompilasi gawean murid-muridku kelas XI di IPH School Surabaya. Tiap siswa buat cerita dan hasilnya… wow… gak mengecewakan… Mereka bisa buat cerita dengan alur yang asyik (meski gak semua) dan yang keren, ceritanya gak ngebosenin meski aku masih saya mendapat menu konvensional. Apa lagi kalo bukan cinta? Tapi aku Ok saja dengan tulisan mereka itu. Di usia mereka, apa sih yang ada dalam rasa? Ya cinta…. Selama ngedit, aku bahkan bisa membayangkan saat-saat mereka menulis naskah itu… Anastasia, salah satunya. Aku benar-benar bisa ngebayangin apa yang dia lakukan selama nulis naskahnya. Dan, ketika kukonfirmasi apa yang jadi imajinasiku, dia bilang, “Betul sekali.” Hehehe… Guru BI mereka ternyata juga paranormal.
Di jariku ada hatiku…
Ya, lewat jari-jari mereka menari menghiasi lembar putih di layar dengan rasa yang ditumpahkan dari hati mereka. Mencipta karya imajinasi yang diretas melalui kata dan kalimat. Buku ini akan selesai hari Senin. Semoga…. Semoga aku memiliki waktu yang cukup sela untuk dapat menyelesaikan buku mereka.
Tadi, aku sudah menunjukkan cover buku garapan Verie kepada mereka. Sepertinya mereka suka… Sepertinya… hehehe….
Menantikan Mukjizat
Masih ingat kisahku tentang saudara sepupuku yang terkena leukimia dan kudu terima transfusi sumsum tulang belakang?
Tahun lalu, dia transfusi. Dokter di S’pore bilang operasinya berhasil. Tapi, dia masih kudu stay di S’pore untuk kontrol. Makanya dia jarang banget pulang ke Indo. Beberapa kali pulang Indo, kami kudu ngeliat dia pake masker karena dia gak boleh kena kuman sekecil apa pun. Biar kumannya kutu, juga gak boleh kena dia…. Bisa kumat lagi…
Terakhir, aku ketemu sepupuku itu sekitar dua bulan lalu. Emang secara fisik, dia gak bisa dibilang kurus, tapi saat itu aku gak bisa bedakan apakah dia gendut atau bengkak… Yang pasti, saat itu kami ngumpul dan aku sampaikan kepada dia, Tuhan masih memiliki persediaan mukjizat sangat banyak…. Dia mengaminkan itu. Aku??? Tentu saja aku mengaminkannya dan mengimaninya… Aku pun katakan, “Kita harus tetap beriman dan berharap pada Tuhan.”
Hari ini, pulang ngajar, Mamaku cerita…. “Kata dokter, umurnya tinggal 3 hari…”
Papa melanjutkan, “Udah kena ginjal, jantung dan organ lainnya.”
Aku gak bisa ngomong apa-apa…. speechless… Tapi, aku masih menantikan mukjizat Tuhan…. Boleh, kan???